WARTADEMOKRASI.COM – Dalam beberapa hari terakhir ini, berbagai tindak kriminal seperti pencurian kendaraan bermotor, begal, penipuan, hingga kejahatan terorganisir, kerap menghiasi pemberitaan dan menimbulkan keresahan.
Menyikapi hal tersebut, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengklaim bahwa kondisi Indonesia saat ini masih terhitung sangat aman, karena ia kerap berkendara dengan sepeda motor sendirian tanpa adanya gangguan.
Bila melihat dari Data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Polri, polisi telah menerima 81.166 laporan kejahatan pada Triwulan I 2026.
Angka tersebut tidak bisa dikatakan aman, karena dalam waktu 3 bulan, intensitas kejahatan di masyarakat tergolong cukup tinggi saat ini.

Mengutip laporan Global Organized Crime Index, berikut adalah daftar negara dengan tingkat kriminalitas tertinggi pada tahun 2025.
Indeks ini dinilai dari 193 negara berdasarkan tiga pilar utama, yaitu pasar kriminal, pelaku kriminal, dan tingkat ketahanan nasional:
Myanmar mendapat skor 8.08 yang menjadikannya sebagai negara dengan tingkat kriminalitas tertinggi di dunia.
Adapun masalah yang paling parah dan sulit diberantas di negara ini adalah pelaku kriminal yang meraih skor 8.50.
Kondisi di Myanmar saat ini memiliki banyak kelompok bersenjata yang bersikap layaknya mafia yang mengendalikan berbagai sektor ekonomi ilegal.
Situasi semakin diperparah dengan tingkat ketahanan yang rendah, hanya 1.46, yang mengakibatkan konflik bersenjata yang berkepanjangan.
Dengan skor kriminalitas total sebesar 7.82, masalah paling parah di Kolombia berasal dari komponen pelaku kriminal yang mencapai skor 8.20.
Tingginya angka ini disebabkan oleh keberadaan kelompok mafia besar seperti Clan del Golfo serta ELF.
Jaringan kriminal tersebut memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam mengendalikan wilayah-wilayah strategis dan mendominasi jalur perdagangan kokain internasional.
Dengan skor kriminalitas total 7.68, permasalahan yang paling parah terjadi di Meksiko ada pada komponen Pasar Kriminal dengan skor 8.27.
Tingkat kriminalitas tersebut bisa menjadi tinggi karena Meksiko terkenal sebagai pusat global untuk penyelundupan manusia, pemerasan, dan perdagangan obat-obatan sintetis.
Paraguay meraih skor kriminalitas total 7.48 dengan aspek paling parah di negara ini adalah Pelaku Kriminal yang mencapai skor 8.30.
Tingginya angka tersebut didorong oleh masifnya pengaruh aktif kriminal asing seperti PCC dan CV dari Brasil.
Ekuador meraih skor kriminalitas total sebesar 7.48. Aspek permasalahan yang paling parah di negara ini adalah Pelaku Kriminal dengan skor 7.90.
Penyebab utamanya, di negara ini ada banyak kelompok kriminal seperti Los Choneros dan Los Lobos.
Kelompok-kelompok tersebut memiliki kendali yang kuat atas berbagai aksi kriminal di negara tersebut.
Berdasarkan data yang sama, Indonesia berada di peringkat ke-24 dengan skor kriminalitas total sebesar 6.85.
Adapun aspek permasalahan terparahnya adalah Pelaku Kriminal dengan skor 7.10.
Menurut data tersebut, hal tersebut disebabkan adanya korupsi sistemik di berbagai tingkat pemerintahan yang memfasilitasi pasar gelap.
Baik dari sisi negara maupun sektor swasta, sering berkolaborasi dalam kejahatan lingkungan (kehutanan) dan perdagangan manusia.
Sumber: Inilah