WARTADEMOKRASI.COM – Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim mengaku takut setelah mendengar pendapat dari auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sekaligus Ketua Tim Penghitungan Kerugian Negara Kasus Chromebook, Dedy Nurmawan Susilo.
“Ya itu yang membuat saya takut dan sadar, ada apa ini? Ada apa?” ujar Nadiem saat ditemui di jeda sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/4/2026).
Menurut Nadiem, ada satu hal yang belum terjawab dari penjelasan BPKP terkait metode perhitungan negara.
Kenapa BPKP tidak menggunakan harga pasar untuk membandingkan harga beli dengan harga wajar?
Kenapa? Saya tidak tahu jawabannya itu apa, tapi menurut saya kalau dibandingkan dengan harga pasar akan tidak ada kerugian,” katanya.
Nadiem mengatakan, kejanggalan yang disinggung oleh auditor BPKP berkaitan dengan tugas dan fungsi pejabat pengadaan, salah satunya pejabat pembuat komitmen (PPK), bukan tanggung jawab menteri.
“Sedangkan, saksi ahli dari BPKP juga menyebut semua hal-hal atau kejanggalan yang dia lihat itu semuanya ranah antara PPK, LKPP, dan juga ya di antara itu pihak, tidak ada hubungannya dengan Menteri dan lain-lain. Jadi tidak ada kausalitas juga,” imbuh Nadiem.
Adapun, soal Chrome Device Management (CDM) yang disebut dalam dakwaan jaksa juga tidak diaudit pemanfaatannya oleh BPKP.
Nadiem menyinggung soal perbedaan angka kerugian negara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebesar Rp 2,1 triliun dengan hasil audit BPKP sebesar Rp 1,5 triliun.
“Dia bilang harga Chromebook sudah masuk dalam Rp 1,5 triliun kerugian dia. Tapi kerugian negara disebutnya di dalam dakwaan Rp 2,1 triliun. Sehingga, itu ya mungkin ada kekeliruan ya, dalam aspek itu,” kata Nadiem.
Dia menyinggung, berdasarkan data yang didapatkan timnya, harga rata-rata laptop Chromebook di tahun 2020 adalah Rp 6,3 juta.
Sehingga, pengadaan Chromebook oleh kementerian di harga Rp 5,6 juta bukan merupakan kemahalan harga.
“Jadi, harga beli Rp 5,6 juta itu sudah di bawah harga rata-rata pasar. Sehingga, ada penghematan, bukan kerugian,” kata Nadiem lagi.
Sumber: Kompas