Baru Terbongkar! Ini Biang Kerok Perpecahan Ahok-Jokowi, Ternyata Gegara Skenario Politik Ini

WARTADEMOKRASI.COM – Hubungan Basuki Tjahaja Purnama dan Joko Widodo (Jokowi) yang semula dikenal sangat dekat kini sudah sangat berjarak.

Hubungan baik keduanya yang telah dibangun bertahun-tahun saat sama-sama memimpin DKI Jakarta dulu kini hancur berantakan.

Ahok sendiri telah mengakuinya, persahabatannya dengan Jokowi sudah usai karena perbedaan pandangan politik.

Ahok mengatakan perbedaan pandangannya dengan Jokowi terlampau kontras itu tak sejalan dengan prinsip Ahok dalam berpolitik.

Ahok kemudian memutuskan hengkang dari Pertamina.

“Ada beberapa prinsip yang tidak bisa kita tolerir,” kata Ahok dalam podcast Helmy Yahya Bicara dilansir Selasa (28/7/2026).

Ahok mengatakan, pemicu utama perpecahan dengan Jokowi adalah proses pencalonan Gibran Rakabuming Raka menjadi wakil presiden pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2029.

Ahok mengaku dirinya bahkan sangat kecewa dengan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang melapangkan pencalonan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.

Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023 itu mengubah syarat usia minimal calon presiden dan calon wakil presiden.

“MK bisa mengambil porsi legislatif. Itu nggak bisa,” kata Ahok.

Ahok menegaskan, orang muda bisa menjadi presiden atau wapres asal konstitusi tidak diubah seenaknya alias cawe-cawe.

“Soal umur saya nggak masalah. Anda mau ubah 15 tahun pun saya oke. Harusnya yang mengerjakan itu pemerintah dan DPR dengan merevisi UU. Bukan MK memaksa menerapkan. Itu merusak,” kata Ahok.

Ahok menegaskan, apabila fondasi hukum sudah runtuh makan akan berakibat fatal terhadap perjalanan bangsa.

“Maka seluruh hukum orang sudah nggak peduli,” pungkas Ahok.

[FULL VIDEO]

Kamu mungkin suka