BOCOR! Cerita Yulianto Widiraharjo Bikin Syok: Misteri Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Terkuak di Cikini 69?

WARTADEMOKRASI.COM – Mantan Ketua Komisi Informasi Provinsi (KIP) DKI Jakarta periode 2012-2016, Yulianto Widiraharjo, membagikan pengalamannya saat terlibat dalam diskusi yang berkaitan dengan proses pemenangan Jokowi pada Pilgub DKI Jakarta 2012.

Dalam videonya yang beredar, Yulianto juga menyinggung awal mula munculnya pembahasan mengenai dokumen ijazah Jokowi yang belakangan menjadi polemik.

Ceritakan Pertemuan Bersama Eros Djarot

Yulianto mengawali ceritanya dengan mengungkap bahwa dirinya pernah diajak bertemu oleh Bitor Ariotejo di kediaman Eros Djarot, yang disebut berada di kawasan GBN.

Baginya, dalam pertemuan tersebut sempat terlontar candaan yang mengaitkan dirinya dengan isu dugaan ijazah palsu Jokowi.

“Nah, berkaitan dengan ijazah Pak Jokowi yang kemudian diduga palsu, itu memang menarik karena waktu itu Bung Bitor ngajakin saya bertemu di tempatnya Mas Eros Djarot di GBN,” ujar Yulianto, Selasa (28/7/2026).

“Begitu ketemu langsung ditanya, Mas Eros capek-capek kita cari pembuat ijazah palsu ternyata Yulianto,” lanjutnya.

Mendengar pernyataan tersebut, Yulianto mengaku langsung membantahnya.

Ia menegaskan saat itu menjabat sebagai Ketua Komisi Informasi DKI Jakarta sehingga tidak mungkin terlibat dalam hal semacam itu.

“Waduh langsung saya, waduh gak gitu karena saya posisi 2012 saya Ketua Komisi Informasi, sehingga saya nggak boleh gitu,” katanya.

Cikini 69 sebagai Tempat Diskusi

Bukan hanya itu, Yulianto juga menjelaskan konteks sejumlah pemberitaan yang sempat menyinggung sebuah sekretariat di kawasan Menteng maupun Cikini 69.

Ia mengatakan lokasi tersebut merupakan tempat berlangsungnya diskusi-diskusi informal yang berkaitan dengan upaya pemenangan Jokowi pada Pilgub DKI Jakarta 2012.

“Nah memang, tetapi dari perbincangan ini, maka kenapa di beberapa pemberitaan tersebut lah, seperti, ya, apa yang sudah diberitakan itu, seperti sekretariat yang di Menteng katanya kan gitu, seperti itu di Cikini 69,” tuturnya.

Dijelaskan Yulianto, tim pemenangan resmi Jokowi saat itu memang berada di Jalan Borobudur Nomor 22.

Namun, diskusi informal juga kerap dilakukan di sejumlah lokasi lain.

“Dan memang kita selalu berdiskusi. Diskusi-diskusi dalam konteks pemenangan itu selain tim secara khusus mungkin ya,” Yulianto menuturkan.

“Tim Pak Jokowi secara resmi ada di Jalan Borobudur 22, tetapi juga secara informal di beberapa tempat, salah satunya yaitu di Cikini 69,” tambahnya.

Ia berujar, forum tersebut menjadi ruang bertukar pikiran mengenai berbagai strategi politik.

“Itu dimana kita berdiskusi juga bagaimana mengupayakan agar Pak Jokowi bisa menjadi gubernur DKI pada tahun 2012. Itulah dalam konteks seperti itu,” jelasnya.

Ungkap Kecurigaan Denny Iskandar

Yulianto kemudian menyinggung pembahasan mengenai dokumen ijazah Jokowi yang menurutnya sempat menjadi perhatian dalam diskusi tersebut.

Ia mengatakan, saat itu Denny Iskandar menyampaikan kecurigaan terkait foto yang terdapat pada dokumen ijazah.

“Nah kemudian berkaitan dengan soal ijazah ini memang sempat waktu itu menarik, karena Bung Denny Iskandar waktu itu sempat melontarkan bahwa kecurigaan dia,” terangnya.

“Bahwa kok fotonya Pak Jokowi, eh foto ijazah, itu kok berbeda dengan foto dengan Pak Jokowi, dengan sosok Pak Jokowi. Iya, gitu. Beda dengan itu,” sambung dia.

Kata Yulianto, menurut informasi yang disampaikan Denny saat itu, dokumen yang diterima bukan berupa ijazah asli.

“Itu tidak menunjukkan kertasnya,” terangnya.

Lebih lanjut, Yulianto mengaku mendapat informasi bahwa berkas ijazah yang diterima saat proses pencalonan disebut sudah dalam bentuk legalisir.

Yulianto bilang, dokumen tersebut kemudian digunakan sebagai bagian dari proses administrasi di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

“Ya, memang diinformasikan oleh Denny bahwa waktu itu mereka terima berkas dari Solo, ijazahnya sudah dilegalisir, dan kemudian dibawalah ijazah tersebut didaftarkan di KPUD,” kuncinya.

Hingga kini, isu mengenai keaslian ijazah Jokowi masih menjadi perdebatan di ruang publik.

Pihak Jokowi dan Roy Suryo Cs telah menyampaikan pandangan dan klaim masing-masing, sementara persoalan tersebut juga telah memasuki proses persidangan.

Kamu mungkin suka