Sinyal Retak Koalisi? Cak Imin Siap Dukung Prabowo Dua Periode Tapi Ogah Sebut Nama Gibran

WARTADEMOKRASI.COM – Peta koalisi pendukung pemerintah kembali memperlihatkan dinamika menarik.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, secara terbuka menegaskan komitmen penuh partainya untuk terus berada di barisan terdepan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut diserukan langsung di hadapan kepala negara saat puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Kamis (23/7/2026).

Acara megah tersebut turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta para pimpinan partai politik nasional.

Di tengah momentum kebersamaan tersebut, terselip sebuah gestur politik yang langsung memantik sorotan publik.

Saat menyampaikan dukungan agar kepemimpinan Prabowo berlanjut hingga dua periode, Cak Imin terpantau sama sekali tidak menyinggung nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang duduk di ruangan yang sama.

“Sudah menjadi komitmen kalau Presiden itu biasanya butuh waktu 2 periode untuk memimpin,” ujar Cak Imin lantang.

Menurutnya, seluruh partai politik yang tergabung dalam gerbong koalisi wajib memberikan sokongan penuh tanpareserve agar roda pemerintahan berjalan stabil dan tidak mudah goyah.

“Tidak boleh terombang-ambing. Biar kuat, ya, kita harus bisa, biar kuat kita harus bersama Prabowo total,” tegasnya menegaskan kembali konsistensi sikap politik PKB yang sebelumnya juga sempat ia nyatakan pada Februari lalu.

Perkenalkan Konsep “Prabowonomics”: Menolak Didikte Pasar Global

elain menegaskan loyalitas politiknya, Cak Imin turut membedah arah kebijakan ekonomi nasional di bawah kepemimpinan saat ini.

Ia memperkenalkan istilah “Prabowonomics” untuk menggambarkan corak perekonomian yang dirintis oleh pemerintah.

Menurut Cak Imin, dalam dua dekade terakhir arah ekonomi Indonesia terlalu sering tersandera oleh dinamika eksternal dan mekanisme pasar global.

Namun, di era pemerintahan Prabowo, arah tersebut dinilai berubah total dengan menempatkan UUD 1945 sebagai kiblat utama perumusan kebijakan.

“Sejak Pak Presiden ini, kita tidak mau didikte oleh pasar. Kita mau pakai jalan sendiri. Apa itu? Konstitusi. Apa itu? Pola pikir ekonomi yang diyakini Pak Prabowo. Kita tulis Prabowonomics. Apa itu? Kemandirian. Tidak bergantung pada negara manapun,” terang Cak Imin disambut riuh tepuk tangan kader.

Kamu mungkin suka