Retak Hingga Saling Sindir! Hubungan Prabowo-Jokowi Dikabarkan Mulai Renggang, Istana Kasak-Kusuk Isu ‘Penumpang Gelap’

WARTADEMOKRASI.COM – Retaknya perkongsian politik antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) makin tidak bisa ditutupi.

Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, membongkar analisis menohok terkait tudingan “operasi politik” dan “penumpang gelap” yang belakangan dilontarkan Jokowi terkait skandal ijazah fiktif Gibran Rakabuming Raka.

Lukas menilai, pembelaan diri yang disampaikan Jokowi dari Solo sejatinya merupakan sindiran politik yang secara tajam menembak langsung ke arah Prabowo Subianto!

Jokowi Tuding Operasi Politik: Sasaran Tembak Sebenarnya Adalah Prabowo!

Lukas menyoroti klaim Jokowi yang menyebut polemik ijazah palsu dirinya dan Gibran sengaja dibesar-besarkan oleh penunggang gelap demi mengalihkan perhatian publik dari persoalan besar nasional.

Menurut Lukas, logika tersebut justru secara otomatis menuding pihak yang paling berkepentingan mengalihkan isu, yakni Presiden Prabowo sendiri.

“Sekarang itu tuduhan itu ke Prabowo. Kenapa ke Prabowo? Karena ada embel-embel tuduhan Jokowi itu untuk menutupi, mengalihkan perhatian publik dari isu-isu besar,” ujar Lukas dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Selasa (20/10/2026).

Lukas membeberkan bahwa pemerintahan Prabowo saat ini sedang dihantam deretan krisis besar yang menyita perhatian rakyat, mulai dari carut-marut program Makan Bergizi Gratis (MBG), persoalan sekolah rakyat, kebakaran hutan, hingga antrean panjang pembeli BBM di berbagai daerah.

“Siapa yang paling pas dari tuduhan itu? Pasti Prabowo lah. Presiden Prabowo kan yang sekarang lagi ada banyak persoalan,” lanjut Lukas.

Hubungan Dua Hopeng Pecah: Jokowi Cuma Bisa Lempar Sindiran Panik!

Lukas menegaskan, pernyataan Jokowi mengenai “orkestrasi down grade reputasi politik” memperjelas kondisi gesekan antar-elit yang kian memanas.

Perkongsian politik yang dulu dielu-elukan kini sudah tidak harmonis dan berada di titik terendah.

“Jadi, banyak persoalan besar yang sekarang dihadapi Prabowo sehingga tuduhan itu ingin menyindir Prabowo ketika situasi gesekan politik perkongsian politik dua hopeng ini antara Prabowo dengan Jokowi mulai renggang, mulai panas, mulai tidak harmonis gitu. Dan Jokowi hanya bisa membuat sindiran-sindiran itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Jokowi dari Solo mengeklaim biasa saja menghadapi tuduhan ijazah fiktif, namun ia secara eksplisit menuding ada pihak luar yang sengaja mengompori skandal ini demi menjatuhkan reputasi politiknya dan Gibran.

Saling Tuding Istana vs Solo: Tanda-Tanda Akhir Kompromi Politik!

Upaya Jokowi melempar isu “penumpang gelap” untuk menyindir Prabowo justru memperlihatkan betapa paniknya kubu Solo menghadapi gelombang desakan pemakzulan Gibran.

Perang dingin dua kekuatan ini membuktikan bahwa persatuan semu Prabowo-Jokowi telah runtuh total!

Kamu mungkin suka