Skenario Kejutan Politik! Jika Gibran Tergeser, Sosok Kuat Ini Disebut Paling Berpeluang Jadi Wapres

WARTADEMOKRASI.COM — Teori konspirasi panas kembali menggegerkan panggung politik nasional!

Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, melempar spekulasi menohok terkait tuduhan ‘operasi politik’ di balik polemik ijazah yang terus menggempur Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan sang putra, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Lukas secara berani mengarahkan telunjuk ke arah Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia menilai ada kepentingan politik tingkat tinggi demi meloloskan sang putra yang kini menjabat Menko IPK sekaligus Ketum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menuju kursi Wapres!

Otak-Atik Gatuk Politik: “Gibran Digusur, AHY Berpeluang Naik Wapres!”

Lukas membongkar skenario konspirasi di mana jatuhnya reputasi atau posisi Gibran bakal menjadi karpet merah bagi AHY untuk mengambil alih posisi nomor dua di Indonesia.

“Cuma yang terbaru ini kan agak otak-atik gatuknya agak matuk. SBY punya kepentingan kalau Gibran bisa di geser, digusur, AHY punya peluang jadi wapres,” cetus Lukas tajam dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).

Spekulasi ini mencuat dan kian memanas seiring dengan pernyataan mendadak dari Jokowi yang menyebut gelombang tuduhan ijazah palsu terhadap dirinya dan Gibran bukan sekadar isu biasa, melainkan gerakan terstruktur.

Jokowi Meradang: “Ini Operasi Politik untuk Down Grade Reputasi!”

Sebelumnya, Jokowi secara terbuka telah mencium adanya aroma busuk di balik bertubi-tubinya isu ijazah yang menyerang keluarganya.

Saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/10/2026), mantan Presiden tersebut menegaskan bahwa ada dalang utama yang sengaja mengorkestrasi serangan ini.

“Kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali. Tapi buat saya biasa saja,” ujar Jokowi santai namun menohok.

Jokowi menilai target utama dari serangan gerilya ini tidak lain adalah untuk merusak citra politik dirinya sekaligus menghancurkan karier Gibran di tingkat nasional.

“Ya bisa saja seperti itu. Bisa saja sekali lagi operasi politik untuk down grade reputasi politik seseorang. Dua-duanya bisa,” tegas mantan Wali Kota Solo tersebut.

Tudingan adanya keterlibatan ‘tangan dingin’ Cikeas dalam operasi politik pembunuhan karakter ini dipastikan bakal memantik perang dingin baru antara dua trah mantan Presiden RI menjelang dinamika politik mendatang!

Kamu mungkin suka