WARTADEMOKRASI.COM — Skenario ‘gempa politik’ berpotensi mengguncang tanah air menjelang Pilpres 2029!
Isu rekonsiliasi megah antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendadak mengemuka dan diprediksi bakal merombak total peta koalisi nasional.
Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Islam, Hasyim Muhammad, melemparkan analisis mengejutkan: jika dua poros raksasa ini berdamai, posisi Gibran Rakabuming Raka diyakini bakal ‘ditumbalkan’ dan dicoret dari bursa capres maupun cawapres demi memberikan karpet merah bagi kader PDIP untuk mendampingi Presiden Prabowo Subianto!
Dalam analisis menohok yang diunggah melalui akun X pribadinya, Hasyim menilai perdamaian Jokowi-Megawati akan menjadi kunci lahirnya duet super maut di 2029.
Namun, konsekuensi puncaknya adalah memarkir Gibran dari panggung utama.
“Saya punya harapan bahwa di 2029 ada perdamaian antara Jokowi dan Megawati. Skenarionya: Gibran tak lagi maju sebagai cawapresnya Prabowo, juga tak maju capres sendiri, tapi posisi cawapres itu diisi kader PDIP,” tulis Hasyim, dikutip Senin (21/9/2026).
Menurut Hasyim, langkah radikal ini bisa menjadi bukti kunci dari Jokowi untuk membuktikan niat awalnya yang memang ingin menjodohkan Prabowo dengan kekuatan PDIP.
“Ini mungkin terjadi jika Jokowi ingin menunjukkan bahwa dari awal ia ingin memasangkan Prabowo dengan PDIP dengan posisi PDIP sebagai cawapres,” lanjutnya.
Jika Megawati memberikan ‘restu keramat’ bagi kadernya untuk mengisi kursi cawapres, Hasyim memprediksi kemenangan Prabowo pada Pilpres 2029 hampir dipastikan tak tertandingi.
Poros oposisi yang diperkirakan hanya bertumpu pada kelompok pendukung Anies Baswedan dinilai bakal remuk dan kesulitan membendung kekuatan koalisi raksasa tersebut.
Bagi PDIP sendiri, skenario ini adalah tiket emas untuk kembali bertengger di puncak kekuasaan Istana setelah sempat berada di luar pemerintahan.
Lebih dari itu, kader PDIP yang menjabat Wapres di 2029 secara otomatis bakal memegang batu loncatan emas untuk maju sebagai Capres Utama pada Pemilu 2034!Prabowo-Pramono Anung: Duet Maut Paling Mematikan?
Terkait siapa sosok kader Banteng yang paling berpeluang mendampingi Prabowo, Hasyim melirik dua nama besar: mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Namun, dibanding Ganjar, nama Pramono Anung dinilai jauh lebih strategis dan memiliki momentum politik yang amat berkilau berkat kinerjanya di Jakarta.
“Prabowo-Ganjar bisa saja. Tapi Prabowo-Pramono mungkin akan jauh lebih tepat momentumnya melihat kinerja Pramono yang bagus saat ini dalam memimpin Jakarta,” tandas Hasyim.
Wacana rekonsiliasi tingkat tinggi ini kini menjadi teka-teki paling panas: akankah demi mengamankan kekuasaan jangka panjang, Gibran benar-benar akan dikorbankan demi menyatukan kembali trah Jokowi dan PDIP?
Saya punya harapan bahwa di 2029 ada perdamaian antara Jokowi dan Megawati.
Baca Juga:Skenarionya: Gibran tak lagi maju sebagai cawapresnya Prabowo, juga tak maju capres sendiri, tapi posisi cawapres itu diisi kader PDIP.
Ini mungkin terjadi jika Jokowi ingin menunjukkan bahwa dari awal…
— Hasyim Muhammad (@hasyimmah) September 19, 2026