Ramalan Mendiang Faisal Basri Terbukti Nyata! Rupiah Sentuh Rp18.000 di 2026, Malapetaka Ini Siap Mengintai

WARTADEMOKRASI.COM – Mendiang ekonom Faisal Basri ternyata sudah memprediksi rupiah bakal tembus Rp18.000, bahkan hingga 19.000. Hal itu disampaikan sejak 2024.

Tepatnya pada Mei 2024, dalam sebuah diskusi di Komunitas Utan Kayu. Saat itu, dia menyoroti berbagai kebijakan pemerintah.

Menurut Faisal, saat rupiah sampai di kisaran Rp18.000 hingga Rp19.000, pemerintah sulit mengendalikan.

Lalu Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak bisa lagi digunakan untuk subsidi.

“Jadi kalau udah Rp18.000, Rp19.000, kacau semua, udah nggak bisa lagi terkendali. Subsidi nggak bisa lagi dari APBN, karena dari mana lagi nggak ada kan, habis buat yang lain-lain,” kata Faisal dikutip dari video yang belakangan ini kembali mencuat di media sosial.

Saat itu, hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 sudah keluar, memenangkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

Tapi menurutnya, ke depan Prabowo dan Jokowi akan bersitegang. Konflik terjadi.

“Nah pada saat yang bersamaan, terjadi konflik politik. Saya rasa sebentar lagi Prabowo akan meninggalkan Jokowi, Jokowinya kecewa, macam-macam, mulai tensions gitu gitu,” ucapnya.

Di titik itu, Faisal menilai akan terjadi krisis. Karena kondisi ekonomi yang tak terkendali bersamaan dengan konflik politik.

“Nah kalau politik dan ekonominya nyatu, itulah krisis itu terjadi. Itu yang saya perkirakan paling lama 2026,” ujar Faisal.

Kondisi itu, katanya sudah terjadi di Filipina.

“Filipina mirip sama Indonesia memang, ya rezimnya juga mirip-mirip kan,” kata Faisal.

👇👇

Sebelumnya diberitakan, per Kamis, 3 Juni 2026, pelemahan rupiah tembus angka psikologis Rp18.000.

Pelemahan rupiah berbarengan dengan tekanan di pasar saham. IHSG ditutup anjlok 101,28 poin atau 1,70% ke level 5.839,785 pada Kamis (4/6/2026).

Perdagangan dibuka di 5.919,56 lalu sempat menyentuh puncak 5.924,50. Tapi tekanan jual langsung datang.

IHSG bahkan menyentuh titik terendah 5.644,23 sebelum akhirnya menutup sesi di zona merah.

Sumber: Fajar

Kamu mungkin suka