WARTADEMOKRASI.COM – Bisnis narkoba dikenal sebagai salah satu industri ilegal terbesar di dunia.
Meski dilarang hampir di seluruh negara, peredaran narkotika tetap berlangsung karena tingginya permintaan pasar dan besarnya keuntungan yang bisa diraup para pelakunya.
Laporan berbagai lembaga internasional, termasuk United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), menunjukkan bahwa perdagangan narkoba global menghasilkan miliaran dolar setiap tahun.
Uang yang berputar dalam jaringan ini bahkan mampu menyamai pendapatan perusahaan multinasional hingga perekonomian negara kecil.
Tak heran jika para bos kartel narkoba mampu membangun kerajaan bisnis bawah tanah dengan aset yang nilainya fantastis.
Namun menghitung kekayaan para gembong narkoba bukan perkara mudah.
Berbeda dengan pengusaha legal yang memiliki laporan keuangan terbuka, aset para bandar narkoba tersebar dalam berbagai bentuk, mulai dari properti, perusahaan cangkang, rekening rahasia, hingga investasi ilegal di banyak negara.
Karena itu, estimasi kekayaan mereka biasanya didasarkan pada hasil penyelidikan aparat, laporan intelijen, dan berbagai temuan hukum yang terungkap selama proses penangkapan.
Dilansir dari berbagai laporan penegak hukum internasional, berikut daftar 10 gembong narkoba terkaya di dunia yang pernah membangun imperium narkotika bernilai miliaran dolar.
Nama Pablo Escobar hampir selalu menjadi simbol kekuasaan dunia narkoba.
Pendiri Kartel Medellin asal Kolombia ini disebut sebagai salah satu penjahat terkaya dalam sejarah modern.
Pada puncak kejayaannya di era 1980-an, Escobar diperkirakan mengendalikan sekitar 80 persen pasokan kokain yang masuk ke Amerika Serikat.
Kartelnya disebut mampu menghasilkan lebih dari US$60 juta per hari dari perdagangan narkotika.
Kekayaan Pablo Escobar diperkirakan mencapai US$30 miliar atau sekitar Rp468,9 triliun.
Angka tersebut menjadikannya pemuncak dalam daftar 10 gembong narkoba terkaya di dunia.
Kekuasaan Escobar berakhir pada Desember 1993 setelah ia tewas dalam operasi pengejaran aparat Kolombia.
Di posisi kedua terdapat Amado Carrillo Fuentes dari Meksiko yang memiliki kekayaan sekitar US$25 miliar atau Rp390,7 triliun.
Ia dikenal dengan julukan “Lord of the Skies” karena mengoperasikan armada sekitar 27 pesawat Boeing 727 untuk mengangkut kokain ke Amerika Serikat.
Untuk menghindari penangkapan, Amado sempat menjalani operasi plastik guna mengubah identitasnya. Namun, ia meninggal saat prosedur operasi tersebut berlangsung.
Sementara itu, Dawood Ibrahim Kaskar menempati posisi berikutnya dengan estimasi kekayaan US$6,7 miliar atau Rp104,7 triliun.
Bos sindikat D-Company yang berbasis di India ini tidak hanya terlibat dalam perdagangan narkoba, tetapi juga berbagai kejahatan terorganisasi lainnya seperti pemerasan, pencucian uang, hingga pembunuhan.
Kartel Medellin menjadi organisasi yang paling banyak melahirkan tokoh dalam daftar ini.
Tiga bersaudara Ochoa, yakni Jorge Luis Ochoa Vasquez, Juan David Ochoa Vasquez, dan Fabio Ochoa Vasquez, tercatat memiliki kekayaan gabungan sekitar US$6 miliar atau Rp93,7 triliun.
Mereka merupakan salah satu pendiri Kartel Medellin bersama Pablo Escobar.
Di urutan berikutnya terdapat Khun Sa yang dikenal sebagai “Raja Opium” Asia Tenggara.
Mantan pemimpin militer Shan tersebut membangun kerajaan heroin di kawasan Segitiga Emas yang mencakup Myanmar, Laos, dan Thailand.
Kekayaannya diperkirakan mencapai US$5 miliar atau Rp78,1 triliun.
Jumlah yang sama juga dimiliki Jose Gonzalo Rodriguez Gacha, salah satu pendiri Kartel Medellin yang berperan besar dalam pembangunan jalur distribusi kokain serta laboratorium produksi narkotika di Kolombia.
Gacha dikenal sebagai sosok brutal yang terlibat dalam berbagai aksi kekerasan terhadap aparat, hakim, hingga pejabat pemerintah sebelum akhirnya tewas dalam operasi kepolisian pada 1989.
Gilberto dan Miguel Orejuela, pendiri Kartel Cali yang menjadi rival utama Kartel Medellin, menempati posisi berikutnya dengan estimasi kekayaan gabungan mencapai US$3 miliar atau sekitar Rp46,8 triliun.
Kartel Cali sempat menguasai sebagian besar perdagangan kokain dunia setelah runtuhnya Kartel Medellin.
Namun, keduanya akhirnya ditangkap dan diekstradisi ke Amerika Serikat.
Carlos Lehder menjadi nama berikutnya dalam daftar ini dengan kekayaan sekitar US$2,7 miliar atau Rp42,2 triliun.
Ia dikenal sebagai salah satu arsitek jalur penyelundupan kokain dari Kolombia menuju Amerika Serikat melalui Bahama.
Kemudian ada Griselda Blanco, sosok perempuan yang dijuluki “Black Widow” atau “Godmother of Cocaine”.
Ia menjadi salah satu wanita paling berpengaruh dalam sejarah perdagangan narkoba internasional.
Pada masa kejayaannya, operasi yang dijalankan Griselda di Amerika Serikat disebut mampu menghasilkan sekitar US$80 juta per bulan.
Kekayaannya diperkirakan mencapai US$2 miliar atau Rp31,2 triliun.
Nama terakhir dalam daftar ini adalah Joaquín “El Chapo” Guzman Loera, mantan pemimpin Kartel Sinaloa asal Meksiko yang sangat terkenal karena beberapa kali berhasil melarikan diri dari penjara berkeamanan tinggi.
Kartel Sinaloa menjadi salah satu organisasi narkoba terbesar di dunia yang mendistribusikan kokain, metamfetamin, heroin, dan ekstasi ke berbagai negara, terutama Amerika Serikat.
Kekayaan El Chapo diperkirakan mencapai US$1 miliar atau sekitar Rp15,5 triliun.
Setelah bertahun-tahun menjadi buronan internasional, ia akhirnya diekstradisi ke Amerika Serikat pada 2017 dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Berikut daftar 10 gembong narkoba terkaya di dunia berdasarkan estimasi kekayaan mereka:
1. Pablo Escobar – US$30 miliar
2. Amado Carrillo Fuentes – US$25 miliar
3. Dawood Ibrahim Kaskar – US$6,7 miliar
4. Ochoa Bersaudara – US$6 miliar
5. Khun Sa – US$5 miliar
6. Jose Gonzalo Rodriguez Gacha – US$5 miliar
7. Gilberto dan Miguel Orejuela – US$3 miliar
8. Carlos Lehder – US$2,7 miliar
9. Griselda Blanco – US$2 miliar
10. Joaquín “El Chapo” Guzman Loera – US$1 miliar
Meski memiliki kekayaan yang luar biasa besar, hampir seluruh tokoh dalam daftar tersebut berakhir tragis.
Sebagian tewas dalam operasi penegakan hukum, sebagian lainnya mendekam di balik jeruji besi.
Kisah mereka menjadi bukti bahwa kekayaan yang dibangun dari bisnis ilegal pada akhirnya membawa konsekuensi besar, baik bagi pelaku maupun masyarakat yang menjadi korban peredaran narkoba.
Sumber: TvOne