“Jangan Dianggap Remeh!” Hendri Satrio Endus Strategi Gerilya Gibran Yang Bisa Ancam Prabowo

WARTADEMOKRASI.COM — Anggapan liar bahwa Presiden Prabowo Subianto berada di bawah bayang-bayang atau kendali Joko Widodo dibantah keras!

Analis politik sekaligus Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, menyebut tuduhan tersebut sama sekali tidak masuk akal mengingat Prabowo memiliki kalkulasi dan otonomi politik yang sangat matang.

Namun, pria yang akrab disapa Hensat ini melemparkan peringatan yang jauh lebih membagongkan: publik dan para rival politik diminta berhenti terobsesi pada Jokowi, lalu mulai mewaspadai manuver senyap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka!

Patahkan Isu “Prabowo Disetir Jokowi”: Itu Narasi Tak Masuk Akal!

Hensat menegaskan dirinya sama sekali tidak percaya pada narasi yang menyebut Prabowo bisa didekte oleh mantan Presiden Jokowi.

Menurutnya, Prabowo adalah sosok pemimpin independen dengan strategi politiknya sendiri.

“Gue sih gak pernah percaya bahwa Prabowo diatur Jokowi tuh gue gak pernah percaya,” cetus Hendri Satrio dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

Peringatan Mematikan: “Hati-Hati Sama Gibran, Ini Kampanye Canggih!”

Alih-alih sibuk mengulik pengaruh Jokowi, Hensat meminta publik mencermati gerakan gerilya Gibran yang rajin blusukan dan turun langsung menyapa berbagai lapisan masyarakat.

Langkah ini dinilainya sebagai strategi pembentukan modal sosial super masif untuk memupuk simpati publik menuju panggung politik masa depan.

Hensat menilai, interaksi langsung yang dibangun Gibran memanfaatkan psikologis masyarakat Indonesia yang memegang teguh budaya “tidak enakan” ketika sudah disentuh secara personal.

“Sebagai penulis buku Momentum Politik, ada satu faktor yang bisa menumbuhkan momentum politik itu yang namanya modal sosial,” beber Hensat membongkar strategi di balik blusukan sang Wapres.

“Iya, jadi maksud gue ini tuh kampanye canggih. Lo harus hati-hati sama Gibran,” tegasnya melempar peringatan menohok.

Bukan Sekadar Bantuan, tapi Investasi Mematikan Menuju 2029!

Menanggapi sindiran bahwa kemenangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 lalu hanya sebatas “hadiah” atau giveaway dari Jokowi, Hensat justru melihat fenomena hari ini jauh lebih berbahaya bagi lawan politik.

Pendekatan bawah tanah yang dilakukan Gibran lewat kehadiran fisik di tengah masyarakat dinilai jauh lebih efektif dibanding kampanye terbuka yang vulgar.

“Dan Gibran melakukan itu, orang Indonesia itu kan gak enakan,” pungkas Hensat.

Gerilya senyap Gibran ini diprediksi bakal menjadi aset dan senjata politik paling mematikan yang siap meledak di kontestasi mendatang, saat dukungan massa kembali dibutuhkan!

Kamu mungkin suka