Prabowo Sebut Banyak Orang Berpangkat-Pintar Jadi Maling, Direktur IPO: Cuma Mengulang Narasi Saat Kampanye!

WARTADEMOKRASI.COM – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, mengkritik Presiden Prabowo Subianto karena menyampaikan soal banyaknya kalangan berpangkat dan pintar tapi bermental maling.

Dedi menilai pernyataan Prabowo tersebut bukan hal penting untuk disampaikan di depan para buruh.

“Momentum pertemuan dengan para buruh tidak dimanfaatkan Prabowo dengan hal subtansial, justru mengulang apa yang sering ia utarakan dan kurang perlu,” kata Dedi, di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Menurut Dedi, pernyataan Prabowo tersebut seolah menjadi pembenaran atas maraknya kasus korupsi di Indonesia.

“Kritik Prabowo soal banyaknya orang pintar di Indonesia tetapi korup adalah kenyataan yang seharusnya bukan jadi pembenaran. Justru di tengah situasi itu Prabowo harusnya memberikan jalan keluar, agar orang pintar di Indonesia bisa dimanfaatkan dengan baik,” ucapnya.

Masa Kampanye Pilpres 2024

Dedi pun teringat akan masa kampanye Pilpres 2024 lalu.

Dia menganggap pernyataan Prabowo soal orang-orang berpangkat dan pintar jadi maling itu serupa dengan narasi-narasi yang dibangun Prabowo saat kampanye.

“Dan nada semacam itu sudah ia sampaikan sejak kampanye, utamanya karena kandidat penantangnya adalah tokoh yang dianggap pintar secara intelektual, yakni Anies Baswedan. Tetapi itu sudah lewat, tidak baik selalu diulang di berbagai kesempatan karena nuansanya berubah seperti bergunjing,” papar Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menyampaikan peringatan Hari Buruh seharusnya diisi dengan tawaran-tawaran kebijakan yang baik untuk kesejahteraan para buruh.

“Hari buruh seharusnya ada tawaran kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan buruh. Indonesia sendiri alami masalah soal buruh, mulai dari banyaknya agenda PHK hingga stagnansi kesejahteraan. Harusnya hal semacam itu yang Presiden sampaikan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pernyataan Prabowo soal banyaknya kalangan berpangkat dan berpendidikan tinggi tapi jadi maling disampaikan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, di Monas, Jakarta Pusat, kemarin (1/5/2026).

“Yang saya sedih, orang semakin tinggi pangkat, banyak yang semakin enggak jelas. Saya heran, semakin pintar, banyak yang pintar, pintar maling. Enggak habis pikir aku. Enggak habis pikir,” kata Prabowo dalam pidatonya di depan para buruh.

Prabowo juga mengaku terharu dapat berada di tengah para buruh.

Ia menilai para pekerja merupakan kelompok yang bekerja dengan jujur dan penuh perjuangan.

Menurutnya, buruh bekerja dengan tenaga dan keringat demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Sumber: Inilah

Kamu mungkin suka