Perang Tiga Ideologi Kiamat: Israel Tunggu Mesias dan Bait Suci, AS Nantikan Yesus dan Armageddon, Iran Sambut Imam Mahdi

WARTADEMOKRASI.COM – Sebuah analisis mendalam mengungkap bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah saat ini bukan sekadar perebutan kekuasaan atau sumber daya, melainkan benturan tiga ideologi apokaliptik yang sama-sama menginginkan perang terus berlangsung demi mencapai tujuan eskatologis masing-masing.

Hal ini terungkap dalam kanal YouTube Abraham Samad Speak, di mana mantan Ketua KPK Abraham Samad mewawancarai wartawan senior dan pengamat Timur Tengah, Irfan Maulana.

Dalam diskusi tersebut, Irfan Maulana menyoroti peran Vatikan yang diwakili Paus Leo, yang belakangan ini secara terbuka mengkritik kebijakan agresif Amerika Serikat dan Israel.

“Vatikan keberatan dengan Amerika yang selalu membawa-bawa nama Tuhan dalam agresi militernya, termasuk serangan ke Iran. Itulah yang membuat marah Paus Leo karena seolah-olah perang ke Iran ini seperti perang agama,” ujar Irfan Maulana.

Irfan menjelaskan adanya dua faksi Kristen besar di AS yang berseberangan.

Kelompok Katolik mengikuti garis Paus yang kritis terhadap Israel, sementara kelompok Christian Evangelical Zionis yang menjadi basis pendukung Donald Trump justru meyakini perang Armageddon sebagai pintu menuju kedatangan Yesus yang kedua.

“Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS, termasuk yang meyakini perang akhir zaman ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Irfan mengungkap visi “Greater Israel” yang ingin mencaplok wilayah dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat, serta upaya Israel menggagalkan solusi dua negara.

“Netanyahu punya visi menyeret Amerika ke dalam perang tak berujung di Timur Tengah. Ini demi kepentingan politiknya dan ambisi mencaplok Tepi Barat, Gaza, hingga sebagian Suriah dan Lebanon,” jelasnya.

Menariknya, perundingan damai yang difasilitasi Pakistan dan melibatkan utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ditolak oleh Iran.

Irfan menilai hal ini karena Israel menghendaki eskalasi, bukan perdamaian.

“Bagi Zionis, Armageddon adalah rencana Tuhan. Sedangkan bagi Evangelical Zionis, Israel modern adalah prekondisi sebelum Yesus turun. Dua ideologi yang hakikatnya bermusuhan ini kini bertemu dalam kepentingan bersama,” paparnya.

Menurut Irfan, konflik saat ini adalah perang tiga ideologi apokaliptik: Zionis (menunggu Mesias dan Bait Suci), Evangelikal Zionis (menunggu Yesus dan Armageddon), serta militan Iran (menunggu Imam Mahdi).

“Ini yang membahayakan. Dunia sedang dibuat repot oleh segelintir kelompok yang menginginkan perang abadi,” katanya.

Abraham Samad menambahkan, kekhawatiran akan eskalasi semakin nyata setelah kapal-kapal perang AS dikerahkan menuju Selat Hormuz untuk melakukan blokade.

Meski demikian, Irfan Maulana mengingatkan bahwa mayoritas negara di dunia, termasuk negara-negara Arab, Eropa, Tiongkok, dan Rusia, masih berupaya menahan diri dan mengedepankan perdamaian.

“Kita petik hikmah bahwa masyarakat dunia mayoritas masih cinta damai. Hanya saja, kita sedang diuji oleh kelompok-kelompok kecil dengan ideologi kiamat,” pungkasnya.

Sumber: Herald

Kamu mungkin suka