Dulu Kebanggaan, Sekarang Diusir! Riwayat Pendidikan Budiman Sudjatmiko: Pernah Kuliah di UGM

WARTADEMOKRASI.COM – Riwayat Pendidikan Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menarik untuk disimak karena politisi itu sedang jadi sorotan karena digeruduk dan diusir Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) saat diskusi dengan 3 menteri.

Budiman Sudjatmiko bukan orang baru di UGM karena dia pernah berkuliah di UGM.

Namun namanya sedang ramai dibicarakan karena memicu kemarahan Mahasiswa UGM saat diskusi.

Riwayat Pendidikan Budiman Sudjatmiko

Dikutip dari laman pribadinya, ia lahir di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah.

Budiman Sudjatmiko menghabiskan masa kecilnya di Bogor, Jawa Barat.

Dan dia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Pengadilan 2 Bogor.

Dia melanjutkan pendidikan menengah pertamanya di SMP Negeri 1 Cilacap dan lulus pada 1986.

Budiman kemudian menempuh pendidikan sekolah menengah atas di SMA Negeri 5 Bogor dan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.

Setelah itu, dia pun melanjutkan pendidikannya dengan berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Fakultas Ekonomi.

Sayangnya, kegiatannya sebagai aktivis membuat Budiman drop out dari kampus yang berlokasi di Yogyakarta tersebut.

Setelah keluar dari penjara karena dianggap sebagai dalang Mimbar Bebas, Budiman kembali melanjutkan pendidikannya dengan berkuliah di Universitas London Jurusan Ilmu Politik.

Dia pun mengambil gelar master hubungan internasional dari Universitas Cambridge, Inggris.

Pada 2004, dia bergabung dengan PDIP dan membentuk relawan Perjuangan Demokrasi atau REPDEM.

Dia juga pernah menduduki jabatan sebagai anggota DPR RI di komisi II Dapil Jawa Tengah VIII yang membidangi pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, aparatur negara dan agraria.

Selain aktif di tingkat daerah, Budiman juga aktif sebagai pengurus Jaringan Sosial-Demokrasi Asia atau Steering Committee dari Social-Democracy Network in Asia.

Sedangkan pada tingkat nasional, Budiman menjabat sebagai Pembina Utama Dewan Pimpinan Nasional dari Parade Nusantara, organisasi yang menghimpun para kepala desa dan seluruh perangkat desa di Indonesia.

Kericuhan terjadi di dalam kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) di sela-sela acara diskusi bertajuk –Instagram Jogja Student

UGM Ricuh

Kericuhan terjadi di dalam kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) di sela-sela acara diskusi bertajuk “Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia” yang menghadirkan Kepala BP Taskin RI, Budiman Sudjatmiko; Menteri ATR/BPN RI, Nusron Wahid; serta Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, Senin malam 15 Juni 2026.

Hal itu dipicu karena Budiman Sudjatmiko, Nusron Wahid, dan lainnya dimintai pertanggungjawabannya atas merosotnya ekonomi RI.

Dikutip dari Instagram BPMF Pijar Filsafat UGM, mahasiswa UGM mulai mengambil alih panggung diskusi pada pukul 20.22 WIB.

Mahasiswa UGM tampak berbondong-bondong memadati panggung untuk meminta pertanggungjawaban atas karut-marut kondisi Indonesia saat ini.

Pada pukul 21.00 WIB, Sudaryono dan Nusron Wahid sempat duduk untuk berdialog dengan massa aksi.

Namun, tidak berselang lama, keduanya meninggalkan kerumunan setelah menolak memenuhi tuntutan Mahasiswa UGM untuk memberikan pertanggungjawaban moral atas kondisi bangsa yang dipersoalkan oleh massa aksi.

“Bapak merasa bersalah gak? (Atas persoalan bangsa)?” teriak mahasiswa.

“Lho semua orang punya salah,” jawab Nusron Wahid.

Di sisi lain, Budiman Sudjatmiko telah lebih dahulu meninggalkan lokasi ketika massa bergerak untuk menghadangnya.

Massa berupaya meminta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) RI tersebut untuk memberikan pertanggungjawaban terkait berbagai kebijakan yang dinilai belum mampu menjawab persoalan kemiskinan di Indonesia.

“Mahasiswa UGM Menolak Kehadiran Penjilat Rezim,” tulis akun tersebut.

Alhasil, mahasiswa justru berlari mengadang sejumlah mobil plat menteri dengan brand Alphard dan mencari-cari keberadaan Budiman Sudjatmiko.

Budiman Sudjatmiko Disebut Sembunyi

Dikutip dari akun Instagram Jogja Student, puluhan mahasiswa naik ke panggung, membentangkan poster bertuliskan “UGM Menolak Pengkhianat Reformasi” dan “UGM Menolak Penjilat Rezim”, lalu menghentikan jalannya forum.

Aksi berlangsung setelah mahasiswa menilai pembahasan mengenai nilai Pancasila bertentangan dengan kondisi yang mereka lihat di lapangan.

Dalam pernyataan Serikat Mahasiswa UGM, massa mempertanyakan relevansi pembicaraan mengenai Pancasila di tengah berbagai persoalan yang mereka nilai tidak ditangani pemerintah secara tepat.

Mahasiswa kemudian meminta dialog langsung dengan para narasumber, termasuk Budiman Sudjatmiko yang mereka sebut sebagai “pengkhianat reformasi”, serta mempertanyakan sejumlah kebijakan pemerintah.

“Bahkan secara eksplisit kami mempertanyakan kepada Nusron Wahid dan Sudaryono, ‘Apakah kalian merasa bersalah (re: dengan kondisi Indonesia saat ini)?’ Mereka secara eksplisit mengatakan TIDAK MERASA BERSALAH,” tulis Serikat Mahasiswa UGM dalam pernyataannya.

Kericuhan berlanjut hingga di luar lokasi acara.

Mahasiswa meneriakkan “Budiman, mana Budiman!” dan “Katanya mau diskusi” setelah Budiman tidak terlihat saat massa meminta dialog.

Nusron dan Sudaryono sempat menemui mahasiswa dan berdiskusi di sekitar gerbang selatan UGM, namun dialog berlangsung buntu.

Mahasiswa juga meneriakkan kata Revolusi, Revolusi, berulang kali.

Keduanya kemudian dievakuasi meninggalkan lokasi, sementara Serikat Mahasiswa UGM menyatakan aksi dilakukan untuk memperjuangkan nilai keadilan sosial, kemanusiaan, dan kedaulatan rakyat yang menurut mereka belum diwujudkan secara serius.

Sumber: Disway

Kamu mungkin suka