Poros Baru 2029! Terbuka Peluang Duet Maut Pramono-AHY Guncang Peta Politik Nasional

WARTADEMOKRASI.COM — Peta koalisi menuju Pilpres 2029 mulai memanas lebih awal!

Di tengah dinamika politik yang serba mungkin, manuver mengejutkan diprediksi bakal terjadi antara dua kekuatan besar yang sempat berseberangan.

Aktivis media sosial Suwandi Purba melempar spekulasi bombastis mengenai peluang terbentuknya poros baru yang menyatukan PDI Perjuangan (PDIP) dengan Partai Demokrat.

Tak tanggung-tanggung, duet maut Pramono Anung dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) digadang-gadang siap mengguncang panggung politik nasional pada Pilpres 2029 mendatang!

Sinyal Kritis AHY & Ketegangan Dapur Koalisi!

Suwandi menilai sinyal awal terbentuknya poros PDIP-Demokrat ini sudah mulai mengemuka ke publik.

Pernyataan bernada kritis yang dilontarkan AHY saat momen peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat menjadi petunjuk kuat adanya pergeseran arah angin politik.

“PDIP-Demokrat bisa menduetkan Pramono Anung-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),” tegas Suwandi dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Langkah manuver ini disinyalir sebagai respons antisipasi jika wacana Prabowo Subianto kembali menggandeng Gibran Rakabuming Raka untuk periode kedua benar-benar terwujud di 2029.

SBY Diprediksi Tak Akan Tinggal Diam: Pasang Badan Demi AHY!

Skenario bertahan Prabowo-Gibran untuk dua periode dinilai bakal menjadi penyulut kekecewaan mendalam bagi jajaran petinggi Demokrat, khususnya sang pendiri partai sekaligus Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Suwandi meyakini SBY tidak akan tinggal diam melihat potensi dan kualitas AHY terus ‘dipinggirkan’ demi memberi panggung utama bagi Gibran.

“Satu lagi, soal kemungkinan berlanjutnya Prabowo-Gibran dua periode… SBY akan kecewa ketika melihat AHY yang punya kualitas, tapi tak dihiraukan Prabowo yang masih akan menggandeng Gibran sebagai wapresnya,” cetus Suwandi menohok.

Pramono-AHY: Potensi Poros Penyeimbang Utama 2029!

Kombinasi figur senior PDIP Pramono Anung dengan AHY yang mewakili simbol kepemimpinan muda Demokrat dipandang bisa menjadi jawaban atas kehausan publik akan alternatif kepemimpinan nasional baru.

Perpaduan kekuatan mesin partai banteng dan bintang mercy ini diprediksi bakal menjadi ancaman serius bagi dominasi petahana, sekaligus membuktikan bahwa dalam politik tidak ada lawan atau kawan yang abadi!

Kamu mungkin suka