WARTADEMOKRASI.COM – Seorang jemaah haji asal Jakarta bernama Muhammad Firdaus Ahlan, ditemukan meninggal setelah dinyatakan hilang di Makkah, Arab Saudi.
Kakek berusia 73 tahun itu tergabung dalam kloter JKG 27 rombongan 1 dari KBIH Imam Bonjol.
Kakek Firdaus meninggalkan hotel tempatnya menginap yang berada di sektor 9 Misfalah, Makkah, pada Jumat (15/5/2026).
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sempat mengonfirmasi hilangnya Kakek Firdaus.
Laporan terkait jemaah haji yang hilang pertama kali diterima melalui Kanal Kawal Haji pada 16 Mei 2026.
Ketika meninggalkan hotel, Kakek Firdaus tidak membawa identitas apapun, termasuk ponsel, kartu Nusuk, atau tas selempang.
“Yang bersangkutan keluar dari hotel sendirian tanpa membawa pengenal apa pun kecuali gelang haji,” ujar Juru bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha kepada tim Media Center Haji (MCH), Rabu (20/5/2026).
Lihat postingan ini di Instagram
Baca Juga:
Selengkapnya berikut fakta-fakta jemaah haji ditemukan meninggal setelah hilang di Makkah:
Istri Firdaus, Nafsiah Nawan (63), mengaku terakhir kali melihat Firdaus pada Jumat (15/5/2026) pagi.
Saat itu, Firdaus memintanya menyiapkan keperluan untuk salat Jumat.
“Saya siapin koko putih dan sarung kotak-kotak warna hitam. Saat itu, suami sedang mandi,” ungkap Nafsiah, Selasa (19/5/2026).
Setelah menyiapkan keperluan suami, ibu tiga anak itu lantas kembali ke kamarnya sendiri, yang berdekatan dengan kamar Firdaus.
Sejak saat itu, Nafsiah tak melihat dan mengetahui keberadaan Firdaus.
Nafsiah lalu mengungkapkan momen Kakek Firdaus meninggalkan hotel terakhir kali yang sempat terekam CCTV.
Firdaus yang mengenakan baju yang disiapkan Nafsiah terlihat berjalan pelan menuju pintu hotel sekitar pukul 09.04 waktu Arab Saudi.
Kakek Firdaus terlihat sempat bersalaman dengan penjaga hotel.
Menurut Nafsiah, sang suami juga sempat bertanya arah ke masjid.
“Terus jalan lagi, turun arahnya ke kanan. Saya denger dia nanya orang, ‘masjid di mana?'” papar Nafsiah.
Juru bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan sejak laporan pertama diterima, pihaknya segera mengerahkan sejumlah tim dan melakukan pencarian ke berbagai titik.
Tim satu melakukan penyisiran ke sejumlah tempat, hotel, hingga area Masjidil Haram.
Kemudian tim kedua dikerahkan untuk menyisir di jalan-jalan membantu pencarian.
Tim perlindungan jemaah (linjam) dari Madinah juga dikerahkan untuk melakukan pencarian hingga ke rumah sakit baik yang berada di Makkah maupun luar kota Makkah.
Selain melakukan pencarian, Kemenhaj juga melakukan koordinasi intensif dengan pihak kepolisian Arab Saudi.
“Kami juga membuat laporan kepolisian serta memberikan pendampingan penuh kepada sang istri selama proses pencarian berlangsung karena jemaah tersebut berangkat haji didampingi oleh istri,” jelas Ichsan.
Setelah dilakukan pencarian intensif, Kakek Firdaus ditemukan meninggal dunia.
Jenazahnya ditemukan pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 02.00 waktu Arab Saudi di kawasan Jabal Kudai, berjarak sekitar 1,5 hingga 2 kilometer dari area pemondokan mendiang.
Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Kabid Linjam) PPIH Arab Saudi, Muftiono, menyebut jenazah Firdaus ditemukan oleh tentara Arab Saudi atau Askar yang sedang melakukan patroli rutin di wilayah tersebut.
Dalam dokumen forensik memuat informasi jenazah dengan ciri-ciri seperti kakek Firdaus.
Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Kakek Firdaus.
Almarhum diduga kelelahan akibat cuaca panas ekstrem lalu terjatuh di area perbukitan.
Berdasarkan kondisi jenazah, almarhum diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan.
“Situasi panas membuat kondisi jenazah mengalami perubahan warna, tapi masih utuh dan dapat dikenali.”
“Sarung hitam, baju koko putih, gelang identitas, semuanya masih melekat dan utuh,” kata Muftiono, Jumat.
Jenazah Kakek Firdaus rencananya akan dimakamkan di pemakaman umum di Kota Makkah setelah seluruh proses administrasi dari kepolisian dan KJRI selesai dilakukan.
“Kita masih menunggu mudah-mudahan hari ini atau sore nanti (hari Jumat) dinyatakan secepatnya akan dimakamkan,” ungkap Muftiono.
Ia mengungkapkan, saat ditemukan almarhum tidak membawa kartu Nusuk.
Meski demikian, gelang identitas masih melekat sehingga memudahkan proses identifikasi oleh aparat Arab Saudi dan petugas haji Indonesia.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum.
Hasan menyampaikan terima kasih kepada keluarga almarhum, KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, pihak rumah sakit Arab Saudi, petugas haji yang melakukan pencarian, serta seluruh masyarakat Indonesia yang turut mendoakan selama proses pencarian berlangsung.
“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Moh. Hasan Afandi, Jumat.
Selanjutnya, Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum.
Pelaksanaan badal haji tersebut akan dilakukan oleh petugas haji.
“Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum,” jelas Hasan.
Sumber: Tribun