Konflik Timur Tengah Memanas: China Mulai ‘Main Mata’ Pasok Komponen Rudal ke Iran

WARTADEMOKRASI.COM – Langkah hati-hati China di Timur Tengah nampaknya mulai goyah.

Laporan terbaru dari CNN, Jumat (6/3/2026), mengindikasikan bahwa Beijing mulai memberikan dukungan strategis kepada Teheran.

Bantuan ini disebut-sebut mencakup sokongan finansial, pasokan suku cadang, hingga komponen vital untuk pengembangan rudal Iran.

Meski selama ini Beijing mati-matian menghindari keterlibatan langsung, para pejabat intelijen Amerika Serikat kini meningkatkan kewaspadaan.

Perubahan sikap China ini dipandang sebagai ancaman serius bagi dominasi AS-Israel di kawasan tersebut.

Dilema Ketahanan Energi

China bukan tanpa alasan mendukung Iran. Sebagai pembeli utama minyak mentah Teheran, kepentingan Beijing sangat terikat pada stabilitas pasokan energi.

Seorang sumber intelijen membisikkan bahwa China sebenarnya sangat berhati-hati; mereka butuh navigasi aman di Selat Hormuz namun juga tak ingin aset energinya terancam oleh eskalasi perang yang tak terkendali.

Di sisi lain, Rusia pun tak tinggal diam. Moskwa diduga telah lebih dulu melangkah dengan berbagi citra satelit dan data intelijen penargetan mengenai posisi serta pergerakan pasukan AS kepada Teheran.

Kolaborasi ‘Poros Timur’ ini membuat manuver militer Paman Sam kian terjepit.

Situasi Lapangan: Ribuan Titik Hancur

Eskalasi di lapangan telah mencapai titik nadir sejak serangan besar-besaran AS-Israel ke Iran pada Sabtu pekan lalu (28/2/2026).

Serangan tersebut tidak hanya menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, tetapi juga merenggut nyawa lebih dari 1.000 orang, termasuk warga sipil dan pejabat militer senior.

Iran pun membalas dengan brutal. Ribuan drone serang dan ratusan rudal telah diluncurkan ke fasilitas militer AS dan sasaran sipil di Israel.

Insiden paling berdarah bagi militer AS terjadi pekan lalu, di mana enam prajurit tewas akibat serangan drone Iran di pangkalan Kuwait.

Hingga saat ini, Pentagon mencatat lebih dari 2.000 lokasi di Iran telah lumat dihantam rudal sekutu.

Namun, dengan masuknya dukungan komponen rudal dari China, napas perlawanan Teheran diprediksi akan jauh lebih panjang dan mematikan.

Sumber: Inilah

Kamu mungkin suka