WARTADEMOKRASI.COM – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Sentra Pergerakan Pemuda Indonesia (SPPI) menggelar Aksi Solidaritas untuk Andrie Yunus Wakil Koordinator KontraS di depan Istana Presiden, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (30/1).
Aksi tersebut untuk memperingati 40 hari kasus teror penyiraman air keras terhadap masyarakat sipil, Andrie Yunus.
Koordinator SPPI, Agnes Emil dalam orasinya mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi Sjafrie Sjamsoeddin dari jabatan Menteri Pertahanan RI.
Menurutnya, aksi teror yang melibatkan oknum dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) adalah persoalan serius bagi supremasi sipil dan demokrasi.
“Aksi teror ini jelas sangat mengancam prinsip supremasi sipil di negara demokrasi kita ini, ” katanya.
“Lebih bahayanya lagi, teror ini bisa jadi ancaman terhadap delegitimasi pemerintahan Presiden Prabowo. Maka itu kami mendesak Presiden Prabowo segera evaluasi Sjafrie Sjamsoeddin dari Menteri Pertahanan,” kata Agnes Emil dalam orasinya, Kamis 30 April 2026.
Agnes menyampaikan, bahwa semenjak aksi teror air keras terhadap Andrie Yunus, tidak ada keterangan resmi atau permintaan maaf Sjafrie Sjamsoeddin selaku Menteri Pertahanan.
Pasalnya, empat pelaku adalah oknum dari satuan dari BAIS yang memiliki hirarki erat dibawah Kementerian Pertahanan.
“Aksi kami hari ini juga untuk mendesak agar Sjafrie Sjamsoeddin meminta maaf secara terbuka kepada publik atas aksi teror penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Sebab, satuan BAIS merupakan bagian dari pertahanan negara yang hari ini diduga jadi alat untuk meneror masyarakat sipil,” tandas dia.
Lebih lanjut, Agnes mengajak agar masyarakat sipil dan aktivis turut menyuarakan hal ini.
Dia meyakini, bahwa motif dari aksi teror ini bukan hanya sebatas “dendam pribadi”.
Menurutnya, teror ini bisa kembali terjadi dan justeru lebih membahayakan bagi para aktivis.
“Kami mengajak kawan-kawan semua untuk bersama suarakan hal ini. Teror ini bukan hanya individu Andrie Yunus. Ini ancaman serius bagi supremasi sipil. Bisa jadi, esok lusa kita bisa di Andrie Yunus kan juga,” pungkas Agnes Emil.
Adapun sejumlah poin tuntutan yang disampaikan oleh Sentra Pemuda Indonesia atau SPPI kepada Presiden Prabowo Subianto, sebagai berikut:
1. Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin
2. Mendesak Sjafrie Sjamsoeddin untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik atas aksi teror penyiraman air keras terhadap kawan kami Andrie Yunus.
3. Mengajak kawan-kawan aktivis bersama-sama suarakan selamatkan demokrasi dan supremasi sipil.
4. Jika tidak sekarang. Bisa jadi besok kita semua di Andrie Yunus kan.
Demikian tuntutan dari massa aksi.
Sumber: PojokSatu