Habib Rizieq Shihab: Waspadai Ajakan Kudeta dari Tukang Survey Bayaran dan Eks Napi Penipuan!

WARTADEMOKRASI.COM – Seruan gerakan mahasiswa kembali menguat, tapi di tengah dinamika itu, peringatan keras datang dari Rizieq Shihab.

Dalam sebuah forum yang disiarkan kanal YouTube Islamic Brotherhood Television, ia meminta mahasiswa tidak gegabah—terutama terhadap ajakan-ajakan ekstrem yang dinilai sarat kepentingan.

Pesannya lugas: jangan sampai gerakan murni ditunggangi.

Rizieq menyatakan dukungan terhadap aksi mahasiswa, buruh, dan elemen masyarakat selama berada di koridor perjuangan yang jelas—membela agama, bangsa, dan negara.

Namun ia mengingatkan, arah gerakan bisa melenceng jika kehilangan fokus dan mudah dipengaruhi pihak luar.

Ia secara khusus menyoroti fenomena ajakan kudeta yang belakangan mencuat.

Menurutnya, ada pihak-pihak dengan rekam jejak bermasalah—mulai dari “tukang survei bayaran” hingga mantan narapidana kasus penipuan—yang kini tampil sebagai penggerak opini dan bahkan menyerukan perubahan kekuasaan secara ekstrem.

“Jangan dijadikan orator. Itu provokator,” tegasnya.

Rizieq menilai, kelompok seperti ini berpotensi merusak legitimasi gerakan mahasiswa.

Alih-alih memperjuangkan aspirasi publik, mereka justru dinilai membawa agenda terselubung yang bisa berujung pada konflik lebih luas.

Dalam forum tersebut, ia juga menyinggung pentingnya melihat rekam jejak tokoh sebelum diikuti.

Bagi Rizieq, kredibilitas menjadi kunci—bukan sekadar retorika.

Di sisi lain, ia menepis anggapan bahwa Front Pembela Islam (FPI) melemah. Menurutnya, organisasi tersebut hanya mengubah strategi, bukan mengurangi komitmen.

“Ritmenya yang berubah, bukan perjuangannya,” ujarnya.

Pengalaman panjang, termasuk pembubaran organisasi pada 2020, disebut menjadi pelajaran untuk lebih berhati-hati agar tidak kembali “ditunggangi” dalam dinamika politik.

Ia juga menyinggung kasus kekerasan terhadap aktivis, termasuk insiden yang menimpa Andrie Yunus, dan menegaskan penolakan terhadap segala bentuk intimidasi terhadap mahasiswa.

Di akhir pernyataannya, Rizieq membuka ruang komunikasi dengan mahasiswa, bahkan mendorong dialog langsung antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan pengurus FPI.

Namun satu garis tetap ia tekankan: gerakan harus bersih.

Bagi Rizieq, perjuangan tanpa arah yang jelas hanya akan menjadi alat bagi kepentingan lain.

Dan dalam situasi seperti sekarang, kata dia, kewaspadaan bukan pilihan—melainkan keharusan.

Sumber: Herald

Kamu mungkin suka