Gebrakan Gila BRICS! Desak Israel Angkat Kaki Sekarang Juga dan Bersumpah Satukan Gaza-Tepi Barat

WARTADEMOKRASI.COM – Blok ekonomi tangguh BRICS mengambil sikap politik yang kian tegas dan berani di panggung geopolitik global.

Dalam pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri (Menlu) yang berakhir Jumat (15/5/2026), kelompok negara-negara berkembang ini secara kompak menyerukan komitmen mutlak untuk mendukung kemerdekaan dan kedaulatan penuh bangsa Palestina.

Melalui dokumen resmi hasil pertemuan yang disiarkan kepada publik, BRICS mengirimkan pesan diplomatik yang sangat kuat kepada dunia internasional agar tidak mengendurkan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Sikap kolektif ini sekaligus menegaskan posisi BRICS sebagai kekuatan penyeimbang yang tidak lagi bisa didekte oleh kepentingan Barat.

đŸ‘‡đŸ‘‡

Satu Palestina: Gaza dan Tepi Barat tak Boleh Dipisah

Salah satu poin paling krusial dalam resolusi bersama tersebut adalah penegasan status hukum wilayah yang selama ini menjadi pusat konflik.

Para Menlu BRICS sepakat bulat menolak segala bentuk fragmentasi wilayah Palestina yang dilakukan oleh kekuatan eksternal.

“Para menteri mengakui Jalur Gaza sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayah Palestina yang diduduki,” demikian petikan bunyi dokumen resmi tersebut.

Atas dasar itu, BRICS mendesak pentingnya langkah strategis untuk mempersatukan kembali wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza di bawah satu komando administrasi yang sah, yakni Otoritas Palestina.

Bagi BRICS, hak rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri, termasuk mendirikan negara yang merdeka dan berdaulat, adalah harga mati yang dilindungi hukum internasional.

Komunitas internasional juga didesak untuk mengalirkan dukungan penuh kepada Otoritas Palestina yang saat ini tengah melakukan berbagai reformasi internal demi memenuhi aspirasi sah rakyatnya.

Ultimatum untuk Israel: Tarik Pasukan Tanpa Syarat!

Tidak sekadar retorika di atas kertas, para Menlu BRICS juga melayangkan tuntutan keras yang dialamatkan langsung kepada Tel Aviv.

Mereka mendesak dihentikannya agresi militer di Jalur Gaza secara permanen dan menyeluruh.

BRICS meminta semua pihak yang bertikai untuk segera masuk kembali ke meja perundingan dengan niat baik (good faith).

Targetnya jelas: mewujudkan gencatan senjata yang segera, permanen, dan tanpa syarat apa pun.

“Para menteri mendesak semua pihak terlibat dengan niat baik dalam negosiasi lebih lanjut untuk mencapai gencatan senjata segera, permanen, dan tanpa syarat, serta penarikan penuh personel Israel dari Jalur Gaza dan semua bagian lain di Wilayah Palestina yang Dijajah,” tegas pernyataan bersama tersebut.

Distribusi Logistik Kemanusiaan Tanpa Hambatan

Selain urusan kedaulatan wilayah, isu kemanusiaan yang akut di Gaza juga menjadi perhatian utama para menteri.

Blok yang kini semakin gemuk dengan bergabungnya sejumlah kekuatan ekonomi baru ini menyerukan pembebasan segera bagi seluruh sandera yang ditahan oleh kedua belah pihak.

Sebagai penutup, BRICS memberikan penekanan khusus pada aspek logistik penyelamatan nyawa di Gaza.

Mereka menuntut adanya jaminan keamanan yang absolut agar bantuan kemanusiaan dapat didistribusikan secara berkelanjutan, cepat, dan tanpa hambatan birokrasi atau blokade militer sedikit pun oleh Israel.

Sumber: Inilah

Kamu mungkin suka