WARTADEMOKRASI.COM – Kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Beijing resmi berakhir pada Jumat (15/5/2026).
Kendati kedua pemimpin memuji pertemuan tersebut sukses memperbaiki hubungan bilateral, sebuah kegaduhan baru justru pecah di ruang digital.
Sebuah potongan video mendadak viral di platform X dengan narasi yang menghebohkan.
Trump dituduh memanfaatkan momen kelengahan protokol untuk mengintip buku catatan pribadi Presiden China Xi Jinping saat sang tuan rumah meninggalkan kursi duduknya.
“Trump kepergok mengintip buku catatan pribadi Xi Jinping saat perjamuan di Beijing ketika Xi sedang berjalan menjauh!” tulis salah satu akun di platform X yang memicu perdebatan sengit di kalangan warganet.
đŸ‘‡đŸ‘‡
#China. #Arrogance? #Trump caught sneaking a peek at #XiJinping‘s private notebook during the banquet in #Beijing while Xi had left. A very serious act for a Chinese person. But it’s #America‘s frustration at not being able to recruit #spies in China. While China in America… pic.twitter.com/h5N7t6vxVH
— Donato Yaakov Secchi (@doyaksec) May 15, 2026
Namun, benarkah sang presiden AS melakukan aksi ‘nakal’ tersebut? Berikut adalah hasil penelusuran fakta yang berhasil dihimpun.
Berdasarkan penelusuran dokumen video mentah yang disiarkan oleh media internasional NBC News dan kanal YouTube resmi Gedung Putih (The White House) pada Kamis (14/5/2026), narasi yang beredar luas di media sosial tersebut dipastikan keliru dan menyesatkan.
Peristiwa asli terjadi saat digelarnya jamuan makan malam kenegaraan (state banquet) di Great Hall of the People, Beijing.
Pada menit ke-2 rekaman utuh tersebut, pemandu acara mengumumkan agenda bersulang.
Presiden Xi Jinping yang duduk di sisi kiri Trump kemudian berdiri dan berjalan menuju podium untuk memberikan sambutan.
Sesaat setelah Xi Jinping beranjak, Trump terlihat membuka map dokumen yang berada di sebelah kirinya lalu membalik beberapa halaman untuk membacanya.

Bukti kuat bahwa map tersebut bukan milik Xi Jinping melainkan milik Trump sendiri terlihat pada durasi lanjutan video tersebut. Sekitar menit ke-12, saat Xi Jinping kembali ke kursi, giliran Trump yang berjalan menuju podium untuk memberikan sambutan balasan.
Saat berdiri, Trump membawa serta map dokumen yang sama, meletakkannya di atas podium, dan membaca naskah pidato dari dalam map tersebut.
Bukti fisik lain yang menggugurkan tuduhan hoaks ini adalah lambang yang tertera pada bagian depan map.
Jika dicermati secara saksama, map dokumen itu memiliki cetakan timbul (embossed) berupa Segel Resmi Presiden Amerika Serikat (Seal of the President of the United States).
Di bagian tengahnya, terlihat jelas gambar Burung Elang Botak (American Bald Eagle) yang menjadi simbol nasional Amerika Serikat.
Hasil komparasi visual antara tangkapan layar video yang viral dengan lambang kepresidenan AS menunjukkan identitas yang sama persis.
Dengan demikian, map yang dibuka oleh Trump merupakan map pribadinya yang berisi draf pidato ataupun catatan poin bersulang (toast) yang telah disiapkan oleh tim protokol Gedung Putih.
Tuduhan bahwa Donald Trump mengintip buku catatan pribadi Presiden Xi Jinping adalah spekulasi tak berdasar dan murni disebarkan untuk menggiring opini publik secara keliru di tengah sorotan tajam mata dunia terhadap diplomasi Washington-Beijing.
Sumber: Inilah