WARTADEMOKRASI.COM – Gelombang penolakan terhadap kebijakan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah kian nyata di dalam negeri.
Mayoritas warga Negeri Paman Sam kini meyakini bahwa penggunaan kekuatan militer terhadap Iran adalah sebuah kesalahan fatal.
Berdasarkan hasil jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh Washington Post-ABC News-Ipsos pada Jumat (1/5/2026), sebanyak 61 persen warga AS secara tegas menyatakan bahwa pengerahan kekuatan militer ke Iran merupakan langkah yang keliru.
Angka ini menjadi sinyal merah bagi Gedung Putih, mengingat hanya kurang dari dua dari sepuluh responden yang percaya bahwa tindakan militer tersebut membuahkan keberhasilan.
Sementara itu, empat dari sepuluh responden menilai operasi tersebut gagal total, dan sisanya menganggap masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan.
Ketidakpopuleran perang ini bahkan mulai disetarakan dengan catatan kelam sejarah militer Amerika.
The Washington Post menyebutkan bahwa sentimen negatif warga Amerika terhadap konflik di Iran saat ini berada di level yang sama dengan penolakan terhadap Perang Irak pada puncak kekerasan tahun 2006, serta Perang Vietnam pada awal dekade 1970-an.
Kendati demikian, dukungan terhadap kebijakan ini masih tampak solid di barisan pendukung Partai Republik.
Sebanyak 79 persen di antaranya tetap berkeyakinan bahwa serangan tersebut adalah keputusan yang tepat, berbanding terbalik dengan persepsi masyarakat umum secara luas.
Selain masalah efektivitas, warga AS juga mengkhawatirkan dampak domino yang ditimbulkan dari konfrontasi militer tersebut.
Sebagian besar responden melihat adanya berbagai risiko potensial yang mengancam stabilitas nasional maupun global.
Sekitar 61 persen responden berpendapat langkah militer ini justru akan meningkatkan risiko serangan terorisme yang menyasar warga AS.
Selain itu, 60 persen responden meyakini ketegangan ini akan memperbesar kemungkinan ekonomi AS jatuh ke jurang resesi akibat ketidakpastian pasar global.
Tak hanya dari sisi ekonomi dan keamanan, kebijakan ini juga dinilai merusak posisi diplomasi Amerika.
Sebanyak 56 persen warga menyatakan bahwa tindakan militer terhadap Iran berisiko memperlemah hubungan strategis AS dengan negara-negara sekutunya.
Survei ini seolah menjadi pengingat bagi Washington bahwa di balik gemuruh mesin perang, ada suara rakyat yang kian cemas akan masa depan ekonomi dan keamanan mereka sendiri.
Sumber: Inilah