WARTADEMOKRASI.COM – Teman dekat PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump, Viktor Orban, kalah telak dalam Pemilu Hongaria yang baru saja usai.
Viktor Orban merupakan Perdana Menteri Hongaria petahana akhirnya kehilangan kekuasaan setelah 16 tahun memimpin Hongaria.
Dikutip dari Reuters, Senin 13 April 2026, dalam pemilu terbaru, warga Hongaria memberikan dukungan kepada Peter Magyar.
Hasil awal menunjukkan partai nasionalis Fidesz milik Orban kalah dari partai Tisza yang dipimpin Magyar.
Kekalahan Orban tidak lepas dari kondisi ekonomi Hongaria yang stagnan dalam beberapa tahun terakhir.
Isu dalam negeri seperti kesehatan dan ekonomi menjadi perhatian utama pemilih, mengalahkan narasi kampanye Orban yang menekankan pilihan antara perang atau damai.
Meski ia mencoba meyakinkan bahwa partainya adalah pilihan aman, banyak pemilih justru menginginkan perubahan.
Selama berkuasa sejak 2010, Orban dikenal sebagai pemimpin nasionalis yang skeptis terhadap Uni Eropa.
Ia kerap berselisih dengan Uni Eropa terkait isu demokrasi, kebebasan media, dan independensi peradilan.
Kebijakan-kebijakannya bahkan membuat Uni Eropa menahan pendanaan miliaran euro untuk Hongaria.
Di sisi lain, Orban juga dikenal memiliki hubungan dekat dengan Rusia dan China, serta mendapat dukungan dari tokoh-tokoh konservatif, termasuk Presiden AS Donald Trump.
Dalam pidato usai hasil pemilu, Orban mengakui kekalahannya sekaligus memberi pesan kepada pendukungnya.
“Apa arti hasil pemilu malam ini bagi nasib negara kita masih belum jelas. Kita belum mengetahuinya, waktu yang akan menjawab,” ujarnya.
PM Israel Benjamin Netanyahu secara efektif mendukung PM Hungaria Viktor Orbán dalam pemilihan bulan depan di negara tersebut, dengan mengatakan bahwa pemimpin yang kuat itu telah seperti batu karang.
“Anda membutuhkan pemimpin yang dapat melindungi dari gelombang (terorisme Islam) yang meningkat ini, dan dapat memastikan keamanan dan stabilitas bagi negara mereka sendiri,” kata Netanyahu dalam pesan video kepada Konferensi Aksi Politik Konservatif di Budapest.
“Inilah yang dimiliki Viktor Orbán secara berlimpah,” kata Netanyahu.
“Vitkor Orbán berarti keamanan, keselamatan, stabilitas,” katanya, Minggu 22 Maret 2026 lalu dikutip dari Time of Israel.
Netanyahu, yang telah lama bersahabat dengan Orbán, dijadwalkan untuk menghadiri konferensi itu sendiri, tetapi memutuskan untuk tetap tinggal di Israel selama perang yang sedang berlangsung melawan Iran.
Putranya, Yair, hadir dan berbicara di acara tersebut.
Presiden AS Donald Trump memberikan dukungan penuh dan total kepada Orbán dalam pesannya sendiri kepada CPAC.
Sumber: PojokSatu