Turki Rancang Lima Rute Alternatif Hindari Selat Hormuz

WARTADEMOKRASI.COMPemerintah Turki menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk distribusi minyak dan gas sebagai langkah antisipasi jika ketegangan di Timur Tengah terus berlarut.

Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz yang saat ini berada dalam tekanan akibat eskalasi konflik.

Media lokal pada Jumat (3/4) melaporkan, terdapat lima rute yang tengah dipertimbangkan.

Opsi tersebut mencakup jalur darat melalui Irak dan Suriah, koridor Suez–Laut Merah, hingga rute yang melibatkan wilayah Oman.

Selain itu, Turki juga mengkaji jalur yang lebih panjang dengan melintasi kawasan Afrika.

Langkah diversifikasi ini dinilai penting guna meminimalkan potensi gangguan pasokan energi global, terutama jika akses melalui Selat Hormuz semakin terbatas.

Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan aturan baru terkait lalu lintas di Selat Hormuz.

Kebijakan tersebut akan mengatur pergerakan kapal militer maupun komersial, meski pembahasan mengenai tarif belum menjadi prioritas.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.

Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban di kalangan sipil.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Situasi tersebut berdampak pada terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk ke pasar global.

Kondisi ini turut memicu kenaikan harga energi di pasar internasional.

Sumber: Inilah

Kamu mungkin suka