Geger di Cirebon! TK Berdiri Sejak 2007 Dibongkar Paksa Untuk Bangun Kantor Koperasi Desa Merah Putih

WARTADEMOKRASI.COM – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video pembongkaran sebuah Taman Kanak-kanak (TK) di Desa Guwa Kidul, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Bangunan sekolah yang disebut telah berdiri sejak 2007 itu diduga dibongkar untuk pembangunan kantor Koperasi Desa Merah Putih.

Video berdurasi 1 menit 33 detik tersebut memperlihatkan kondisi bangunan sekolah yang telah rata dengan tanah.

Material bangunan tampak berserakan di lokasi, sementara suara perekam video terdengar menyebut pembongkaran dilakukan secara paksa oleh pemerintah desa.

“Inilah penampakan pembongkaran secara paksa oleh pemerintah desa. Pembongkaran lembaga pendidikan TK yang katanya mau dibangun Koperasi Merah Putih,” ujar suara dalam rekaman tersebut, dikutip dari instagram @jabodetabek24info.

Narasi dalam video itu memicu reaksi keras warganet. Banyak yang mempertanyakan kebijakan pembangunan yang dinilai mengorbankan fasilitas pendidikan anak usia dini demi proyek ekonomi desa.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa TK tersebut telah menjadi tempat belajar anak-anak di desa itu selama hampir dua dekade.

Sejak 2007, sekolah itu disebut berperan penting dalam mendukung pendidikan usia dini di lingkungan setempat.

Dalam unggahan yang sama, seorang warganet menyampaikan curahan hati terkait dugaan penggusuran tersebut.

Ia mempertanyakan apakah pembangunan ekonomi harus mengorbankan akses pendidikan bagi anak-anak.

“Apakah kemajuan ekonomi harus mengorbankan masa depan pendidikan anak-anak kita?” ucapnya dalam video tersebut.

Tak hanya itu, warga juga menyampaikan permohonan bantuan kepada Presiden RI terpilih Prabowo Subianto dan tokoh Jawa Barat Dedi Mulyadi agar persoalan ini mendapat perhatian serius.

“Pak Prabowo, Kang DediMulyadi71, mohon bantuannya untuk mendengar jeritan hati kami,” demikian seruan yang terdengar dalam video.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah desa setempat terkait alasan pasti pembongkaran bangunan tersebut.

Video di Akhir Artikel

Belum diketahui pula apakah relokasi sekolah telah disiapkan atau bagaimana kelanjutan proses belajar-mengajar anak-anak yang sebelumnya bersekolah di lokasi itu.

Sebagian warganet mendukung pengembangan koperasi desa sebagai penggerak ekonomi masyarakat, namun tidak sedikit yang menilai fasilitas pendidikan semestinya menjadi prioritas utama dan dilindungi.

Warga berharap pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan untuk memberikan klarifikasi dan solusi terbaik.

Mereka menginginkan pembangunan ekonomi tetap berjalan, tetapi tanpa mengorbankan hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan aman.

Perkembangan kasus ini masih terus menjadi sorotan publik, seiring viralnya video pembongkaran yang telah ditonton ribuan kali di berbagai platform media sosial.

Sumber: PojokSatu

Kamu mungkin suka