WARTADEMOKRASI.COM – Ketua Kagama Cirebon Raya, Heru Subagia, mengulik peran Eggy Sudjana dalam polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Jokowi, yang terus diperbincangkan publik.
Dikatakan Heru, mencuatnya isu ijazah Jokowi hingga menjadi polemik nasional berawal dari langkah Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang meminta atensi Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Ketika ijazah Jokowi menjadi polemik nasional, itu diawali teman-teman TPUA yang meminta atensi UGM. Dari situlah isu ini menjadi booming dan akhirnya melibatkan banyak pihak,” ujar Heru, Selasa (13/1/2026).
Ia menegaskan, dalam peristiwa penggerudukan UGM oleh sejumlah tokoh seperti Roy Suryo, dr Tifa, dan Rismon Hasiholan Sianipar, pihak yang secara resmi mengajukan permintaan audiensi adalah TPUA yang saat itu diketuai oleh Eggy Sudjana.
“Betul, Roy Suryo, Tifa, dan Rismon datang ke UGM, tapi yang meminta audiensi adalah TPUA, dalam hal ini ketuanya Eggy Sudjana. Jadi posisi awalnya sangat jelas,” tegas Heru.
Namun, Heru juga menyinggung sikap Eggy Sudjana yang justru tidak hadir pada agenda lanjutan TPUA ke Solo. Padahal, menurutnya, jadwal kegiatan sudah tersusun sejak awal.
“Jadwalnya jelas. Hari pertama audiensi dengan rektorat UGM, hari kedua silaturahmi dengan Pak Jokowi di Solo. Tapi pada hari kedua itu, Eggy Sudjana justru tidak hadir,” ungkapnya.
Heru berpandangan, semakin meluas dan viralnya polemik ijazah Jokowi tidak lepas dari peran Eggy sebagai Ketua TPUA.
Ia bahkan menyebut Eggy sebagai sosok yang paling bertanggung jawab atas eskalasi isu tersebut.
“Saya katakan, sumber dari segala sumber masalah sehingga polemik ini makin viral, yang bertanggung jawab adalah Eggy Sudjana,” katanya.
Heru mengaku menyaksikan langsung bagaimana Eggy Sudjana dalam sejumlah acara di Jakarta kerap menyuarakan tuduhan secara lantang dan frontal terhadap Jokowi, termasuk keyakinannya bahwa ijazah Jokowi palsu.
“Saya melihat sendiri, Eggy dengan lantang berteriak, bahkan menghujat secara frontal posisi Jokowi dan keyakinannya soal ijazah palsu,” imbuhnya.
Karena itu, Heru bilang dinamika konflik yang kini terjadi antara Eggy Sudjana dan Roy Suryo Cs justru sangat disesalkan.
“Ketika Eggy kini berseberangan dengan Roy Cs, saya justru melihat bahwa hiruk-pikuk polemik ijazah Jokowi sejak awal bermula dari Eggy Sudjana,” tandasnya.
Mengenai Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis yang sowan baru-baru ini ke Solo, kediaman Jokowi, Heru memberikan komentar menohok.
“Menurut saya ini sebuah prahara politik dan segalikus prahara hukum di negeri ini yang sangat memalukan dan menjijikan,” tegasnya.
Heru menyesalkan proses hukum yang seharusnya dijalani secara terbuka dan diselesaikan melalui mekanisme persidangan justru berbelok ke arah yang dinilainya tidak sehat.
“Dimana proses yang harusnya dilalui, dijalani dan akhirnya diputuskan dalam sebuah persidangan di pengadilan. Dan salah satunya pihak Eggy Sudjana dan beberapa teman yang lainnya menjadi bagian tersangka,” katanya.
Ia menilai langkah Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis menemui Jokowi sebagai sesuatu yang mencederai nilai-nilai perjuangan hukum yang sebelumnya mereka gaungkan.
“Dan bukan lucu lagi, ini sudah menyangkut masalah integritas, dedikasi dan juga harga diri,” kuncinya.
Sumber: Fajar