Waduh! KSP Qodari Tuding Tiket ‘Mens Rea’ Pandji Hanya Dibeli Pendukung Anies dan Oposisi Pemerintah

WARTADEMOKRASI.COM – Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari memberikan tanggapan santai terkait kontroversi penampilan komika Pandji Pragiwaksono bertajuk “Mens Rea” yang ramai diperbincangkan publik.

Dalam wawancara dengan Helmy Yahya di kanal YouTube-nya, Jumat (23/1/2025), Qodari menyatakan bahwa pertunjukan tersebut sebetulnya ditujukan untuk kalangan terbatas.

“Mens Rea sebetulnya karena itu adalah untuk kalangan sendiri. Ini satu show berbayar, artinya yang masuk ke sana bukan semua orang, pasti selected,” ujar Qodari.

Mantan pimpinan salah satu lembaga survei ni menganalogikan bahwa ada perbedaan antara pembicaraan untuk kalangan terbatas dengan yang dikonsumsi publik umum.

“Jok-jok antara kita yang enggak direkam beda dengan tiba-tiba direkam lalu disebarkan,” jelasnya.

Menurut keyakinan Qodari, penonton yang membeli tiket Mens Rea terdiri dari tiga kelompok: pendukung Pandji sendiri, pendukung Anies Baswedan, dan kelompok oposisi terhadap pemerintahan saat ini.

“Kalau yang nonton itu adalah tiga kelompok itu, sudah tentu materinya menyesuaikan dengan segmen itu. Enggak mungkin materinya yang positif buat pemerintah seperti sekarang ini,” katanya.

Qodari mengaku telah menonton pertunjukan tersebut dan menyarankan untuk menikmatinya sebagai hiburan.

“Kalau saya sih menikmatinya sebagai stand up komedi. Sejauh saya ketawa, menurut saya berhasil,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap kemampuan Pandji dalam menyusun materi.

“Kemampuan seorang Pandji menyampaikan kritik dengan cara yang komedi, kita harus acungi jempol. Kemampuan dia membangun skenario, menyusun materi luar biasa bagus,” puji Qodari.

Qodari menjelaskan perbedaan perspektif dalam melihat berbagai isu.

Ia menyebut dirinya sebagai orang “bonavides” (niat baik), kebalikan dari “mens rea” (niat jahat).

“Saya orang bonavides. Jadi saya enggak akan menganggap itu sebagai sebuah kebenaran karena kacamata saya kacamata bonavides. Yang dikerjakan oleh Pak Prabowo adalah yang niatnya bagus dan positif,” tegasnya.

Terkait kritik yang disampaikan Pandji, Qodari menyarankan agar tidak terlalu reaktif. “Enggak perlu marah, enggak perlu dendam, enggak perlu dilaporkan kepada proses hukum juga. Gitu aja,” katanya.

Qodari mencatat bahwa pemerintah tidak bereaksi berlebihan terhadap Mens Rea.

Bahkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan tidak masalah saat ditanya soal pertunjukan tersebut dalam podcast bersama Choki dan Tretan Muslim.

“Mas Gibran kan sudah di podcast, enggak apa-apa kata Mas Gibran. Bagus itu. Matanya yang dibahas ya mau bagaimana, dari lahirnya sudah begini,” ujar Qodari menirukan respons Gibran.

Ia menegaskan pentingnya kaum “bonavides” untuk lebih vokal.

“Yang celaka itu orang yang bicara punya niat jahat, sementara orang baik banyak diam. Kalau orang-orang baik lebih banyak diam, dunia akan dikuasai oleh orang yang punya niat jahat,” pungkasnya.

[FULL VIDEO]

Sumber: JakartaSatu

Kamu mungkin suka