WARTADEMOKRASI.COM – Pernyataan mengejutkan Presiden Prabowo Subianto mendadak menggegerkan publik dan viral di berbagai platform media sosial.
Dalam acara Panen Raya di Karawang yang disiarkan secara virtual pada Rabu (7/1/2026).
Prabowo tiba-tiba membuka pengalaman pribadinya menghadapi godaan-godaan politik selama satu tahun memimpin pemerintahan.
“Aku satu tahun aja jadi presiden geleng-geleng kepala juga. Saya berapa kali mau disogok, minta ini, minta itu,” kata Prabowo di hadapan peserta acara.
Kutipan tersebut seketika menjadi sorotan karena jarang sekali seorang kepala negara berbicara lugas mengenai upaya penyuapan yang langsung menyasar dirinya.
Ungkapan itu memantik kehebohan publik.
Banyak yang tak menyangka bahwa Presiden RI secara terbuka mengakui pernah menghadapi beberapa upaya sogokan dari pihak-pihak tertentu.
Prabowo tak merinci siapa pelaku yang mencoba menyuapnya, namun ia menegaskan seluruh tawaran itu ditolak tegas.
Sikap blak-blakan ini membuat publik bertanya-tanya tentang besarnya tekanan dan manuver yang terjadi di lingkar kekuasaan.
Pernyataan Prabowo juga sekaligus menunjukkan bahwa godaan korupsi tidak hanya menyasar pejabat level bawah, tetapi juga bisa menyentuh posisi tertinggi di pemerintahan.
Banyak pengamat menilai pengakuan seperti ini dapat menjadi momentum besar dalam memperkuat komitmen pemberantasan korupsi.
Mengingat Prabowo secara langsung menggambarkan realitas gelap yang selama ini sulit terdeteksi publik.
Tak lama setelah pidato tersebut beredar, berbagai tagar terkait Prabowo dan “sogokan” menduduki trending topic. Reaksi publik pun beragam.
Ada yang memberikan dukungan karena Prabowo memilih bersikap transparan dan tegas menolak sogokan.
Ada pula yang menuntut aparat penegak hukum menggali lebih dalam mengenai pihak-pihak yang diduga mencoba mempengaruhi keputusan Presiden.
Selain itu, pengakuan tersebut berkaitan dengan beberapa pernyataan Prabowo dalam kesempatan lain.
Di mana ia menekankan pentingnya pemerintah menjaga jarak dari intervensi terhadap proses hukum.
Ia mengaku enggan ikut campur dalam penindakan terhadap perusahaan atau kelompok tertentu karena khawatir hal itu dapat memengaruhi independensi aparat penegak hukum.
Publik melihat ini sebagai upaya Prabowo menjaga integritas institusi negara di tengah tekanan besar yang bisa datang dari berbagai arah.
Momen di Karawang itu menjadi salah satu pernyataan paling menghebohkan sepanjang tahun pertama masa kepresidenannya.
Bukan hanya karena isi ucapannya, tetapi juga karena penyampaiannya yang spontan, jujur, dan apa adanya.
Pengakuan tersebut kembali menegaskan betapa peliknya tantangan memimpin negara besar dengan beragam kepentingan yang bertabrakan.
Hingga kini, pernyataan tersebut terus memicu diskusi dan analisis. Meski begitu, Prabowo menegaskan dirinya tetap bekerja fokus untuk kepentingan bangsa.
Sikap tegasnya menolak sogokan dianggap banyak pihak sebagai pesan moral bahwa praktik korupsi tidak boleh diberi ruang di semua level kekuasaan.
Sumber: PojokSatu