VIRAL Pengakuan Mengejutkan Rekan PPIH Usai Pencopotan Chiki Fawzi dari Petugas Haji

WARTADEMOKRASI.COMAktivis dan juga publik figur, Chiki Fawzi sempat mengejutkan publik dengan pengakuannya yang dicopot dari tugasnya sebagai petugas haji secara mendadak.

Chiki dicopot saat mengikuti diklat petugas penyelenggaraan ibadah haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur.

”Semalam aku dicopot dari petugas haji,” kata Chiki Fawzi dalam video yang diunggahnya di akun Instagram awal pekan ini.

Padahal, kata Chiki dirinya sudah mempersiapkan diri dan menjalani peran sebagai petugas haji dengan sepenuh hati.

Dia juga menegaskan tak pernah mendapat perlakuan khusus selama proses PPIH berlangsung.

Namun demikian dia harus gigit jari lantaran tidak bisa menjadi petugas haji tahun ini.

”Manusia bisa berencana pemerintah bisa memanggil. Tapi kalau Allah belum memanggil ya aku nggak akan bisa berangkat,” kata dia.

Beberapa hari setelah pengakuan pencopatan dirinya sebagai petugas haji tahun ini, Chiki kembali dipanggil menjadi petugas haji setelahnya.

Pengakuan Seseorang yang Mengaku Rekan PPIH Chiki Fawzi

Menyusul dengan pengakuan Chiki Fawzi yang dicopot sebagai petugas haji tahun ini, seorang pengguna media sosial Thread @tarabjm_ membagikan pengakuan mengejutkan tentang Chiki Fawzi.

”Salam teman-teman rame banget ya soal pencopotan @chikifawzi. Perkenalkan aku peserta PPIH, satu sektor sama Ciki. Kita di Daker Madinah sektor 5. Dia bagian MCH aku bagian akomodasi,” tulis pemilik akun tersebut dikutip dari unggahan ulang akun Instagram @dekade08, Sabtu 31 Januari 2026.

Dalam unggahan itu, ada beberapa hal yang disampaikan oleh pemilik akun itu.

Pertama dijelaskan pemilik akun tersebut ternyata Chiki Fawzi baru masuk diklat 6 hari sebelum penutupan.

Padahal acara diklat secara keseluruhan dilakukan selama 20 hari.

”Ada beberapa hal yang aku mau sampaikan. Ciki masuk sekitar 6 hari sebelum penutupan, sedangkan keseluruhan diklat berlangsung selama 20 hari. Termasuk latihan fisik, mental dan wawasan. Dari awal semua peserta selalu diingatkan bahwa petugas tidak boleh berniat berhaji, ibadah kita adalah melayani. Dan kita semua sudah komit dengan hal ini. Jika ada petugas yang berniat mau berhaji panita selalu menekankan lebih baik mundur dari sekarang,” tulis akun itu.

Pemilik akun itu juga menjelaskan bahwa kementerian haji dan umroh RI sangat serius dengan pelayanan haji. Proses pemilihan petugas haji pun dilakukan dengan secara ketetat.

”Kementerian sangat serius dengan pelayanan haji kak, semua peserta di awal dijaring dengan sangat ketat. Walaupun memang ada yang dari jalur PL (pelayanan lansia) di Bimtek (bimbingan teknis), tapi itu tidak berarti mereka tidak melewati banyak tes dan ujian kualifikasi,” tulis dia.

Bahkan, dalam perjalanannya, termasuk saat bimbingan teknis (bimtek), terdapat sejumlah calon petugas haji yang dikeluarkan dengan berbagai alasan.

Di antaranya karena pemalsuan laporan kesehatan hingga hasil tes kesehatan yang tidak memenuhi standar.

”Dalam proses bimtek banyak kok yang dikeluarkan di tengah jalan. Misalnya ada yang ketahuan membuat laporan kesehatan palsu, dia memalsukan MCU. Tes kesehatan di Diklat ini dilaksanakan berlapis kak, kita di tes kesehatan berulang-ulang selama karantina. Nah pas tes lanjutan ketahuan ada yang berpenyakit berat, ada yang ketahuan hamil, ada yang ternyata jantung. Mereka dikeluarkan dari diklat kak. Prosesnya ketat di sini,” tulis dia.

Pemilik akun tersebut juga membagikan gambaran kegiatan selama 20 hari pelaksanaan bimtek.

Menurutnya, para peserta harus menjalani berbagai aktivitas fisik, dan calon petugas yang dinilai tidak memiliki kondisi fisik memadai berpotensi dipulangkan.

”Kita di sini dilatih fisik semi militer kak, bangun jam 4 pagi, dimulai dari lari 7km, malam sebelum istirahat apel lagi, Jika ada yang tidak kuat fisik akan dipulangkan kak. Nah kalau ada yang kosong di tengah pelatihan, panitia akan memanggil lagi peserta lain yang pernah ikut tes. Jadi ikuta bimtek ini tidak final kak. Nanti kita jua ada post test lagi di akhir sebelum dinyatakan lolos,” kata dia.

Pemilik akun itu juga menyebutkan bahwa banyak peserta yang dikeluarkan selama bimtek, namun mereka tidak membuat keributan di media sosial, berbeda dengan Chiki Fawzi.

Dia bahkan menyatakan setuju jika anak dari Ikang Fawzi itu dikeluarkan dari PPIH.

”Banyak kok yang dikeluarkan kak, tapi tidak ribut. Kami menghormati prosesnya. Tapi yang masuk 3 har bimtek ini bikin ribut, kita sangat tidak nyaman. Terlepas dari masalah apa yang membuat dia dikeluarkan panitia, kami mendukung ybs dikeluarkan akrena alasan membuat kegaduhan. Semoga tidak ada lagi ciki ciki baru yang meresahkan,” kata dia.

Sumber: VIVA

Kamu mungkin suka