Tradisi Gargee’an Makin Hidup di Arab Saudi Saat Ramadan, Apa Itu?

WARTADEMOKRASI.COM – Seiring bergulirnya Ramadan tahun ini, sebuah tradisi turun-temurun yang dikenal sebagai Gargee’an kembali menarik perhatian masyarakat di seluruh Kerajaan Arab Saudi.

Tradisi ini bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari identitas sosial dan spiritual masyarakat Saudi selama bulan suci.

Gargee’an merupakan tradisi kuno yang umum dilakukan di malam ke-15 bulan Ramadan, di mana anak-anak mengenakan pakaian tradisional berwarna-warni dan berjalan dari rumah ke rumah untuk menerima makanan ringan, permen, atau kacang-kacangan dari tetangga.

Kegiatan ini mirip dengan suasana trick-or-treating pada Halloween di beberapa budaya lain, namun fundamentalnya berbeda karena Gargee’an tidak bertujuan untuk hiburan semata, melainkan memperkuat rasa kebersamaan, kemurahan hati, dan nilai keluarga.

Menurut laporan media lokal, kegiatan ini menarik ribuan anak muda maupun keluarga di kota-kota besar seperti Riyadh, Jeddah, dan Dammam.

Mereka berjalan berkelompok setelah shalat Tarawih sambil menyanyikan lagu-lagu tradisional khas Ramadan, menjadikan malam tersebut penuh tawa dan semangat komunitas.

Tradisi Gargee’an diyakini telah berlangsung sejak berabad-abad lalu dan tetap dipertahankan hingga kini meskipun Arab Saudi mengalami perubahan sosial dan modernisasi yang cepat.

Para orang tua sering mempersiapkan paket permen dan hadiah kecil jauh hari sebelumnya, serta menghias rumah mereka dengan lentera, lampu warna-warni, serta simbol bulan sabit dan bintang sebagai bentuk sambutan Ramadan.

“Ini adalah waktu istimewa bagi keluarga kami,” kata seorang warga Riyadh yang ditemui di lingkungan Bab Al-Sharqi.

“Anak-anak sangat menantikan malam Gargee’an setiap tahunnya.

Tidak hanya karena permen, tetapi karena ini membuat mereka merasa lebih dekat dengan tradisi Islam dan komunitas kita.”

Tradisi ini juga berperan penting dalam memperkuat nilai solidaritas sosial di kalangan warga.

Selain anak-anak mendapatkan makanan ringan, banyak keluarga yang melakukan donasi kepada tetangga yang kurang mampu, memperlihatkan semangat Ramadan yang mengutamakan berbagi dan membantu sesama.

Meski awalnya hanya terkenal di kalangan masyarakat lokal, Gargee’an kini juga semakin dikenal oleh ekspatriat dan wisatawan yang mengunjungi Arab Saudi selama Ramadan.

Hal ini terjadi seiring dengan upaya pemerintah Kerajaan untuk mempromosikan kebudayaan lokal sebagai bagian dari pariwisata budaya dalam program “Saudi Seasons” dan inisiatif lain yang mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.

Dengan tradisi yang terus hidup dan beradaptasi dengan zaman, Gargee’an menjelma menjadi salah satu simbol budaya Ramadan yang khas di Saudi Arabia — bukan hanya sebagai hiburan anak-anak, tetapi sebagai momen penguatan hubungan keluarga, solidaritas antarwarga, dan pemupukan rasa identitas komunitas di tengah kehidupan modern yang dinamis.

Kamu mungkin suka