Terungkap! Israel Ternyata ‘Rencanakan’ Serang Iran Pertengahan 2026, Tapi Berubah karena Ini

WARTADEMOKRASI.COM – Israel awalnya berencana menyerang Iran pada pertengahan tahun 2026.

Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan, perkembangan di Iran dan perubahan dinamika regional mempercepat jadwalnya menjadi akhir Februari.

“Sebuah operasi direncanakan untuk pertengahan tahun dengan target yang sama,” kata Katz dalam pidatonya kepada para pejabat intelijen militer, dikutip dari AFP, Rabu (4/3/2026).

“Karena perkembangan dan keadaan tertentu, terutama apa yang terjadi di dalam Iran, posisi presiden AS, dan kemungkinan pembentukan operasi gabungan, maka perlu untuk memajukan semuanya ke bulan Februari,” sambungnya.

Selama demonstrasi anti-pemerintah besar-besaran di Iran pada Januari, Presiden AS Donald Trump berjanji untuk mendukung para demonstran, menyatakan bahwa Amerika Serikat berdiri bersama rakyat Iran.

Para pejabat tinggi Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menyampaikan pernyataan serupa.

Mereka mendesak warga Iran untuk bangkit melawan kepemimpinan ulama di negara itu.

AS dan Israel bersama-sama melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Dalam gelombang serangan awal, mereka menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan cepat dengan serangan rudal yang menargetkan Israel dan juga melancarkan serangan terhadap beberapa negara di kawasan itu.

Kantor berita resmi Iran, IRNA mengatakan, serangan AS-Israel telah menewaskan 1.045 personel militer dan warga sipil hingga Rabu.

Sementara, menurut pihak berwenang Israel, serangan Iran terhadap Israel telah menewaskan 10 orang dan melukai puluhan lainnya.

Sebelumnya, keberhasilan serangan gabungan AS dan Israel yang menargetkan jantung pemerintahan Iran pada Sabtu (28/2/2026) ternyata tak lepas dari peran vital Central Intelligence Agency (CIA).

Badan intelijen AS tersebut dilaporkan telah melacak pergerakan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, selama berbulan-bulan.

Dikutip dari New York Times, CIA berhasil mengidentifikasi lokasi persis serta pola perilaku Khamenei dengan tingkat akurasi tinggi.

Informasi intelijen ini mengungkap bahwa sebuah pertemuan rahasia pejabat tinggi Iran akan berlangsung pada Sabtu pagi di kompleks kepemimpinan Teheran, dan Khamenei dipastikan hadir di sana.

Sumber: Kompas

Kamu mungkin suka