Teman Seangkatan Jokowi Bongkar Fakta Pembuatan Skripsi Mulai dari Sampul, Lembar Pengesahan, hingga Penjilidan

WARTADEMOKRASI.COM – Polemik tentang ijazah dan skripsi Joko Widodo yang dianggap palsu turut ditanggapi Frono Jiwo, salah satu teman seangkatan Jokowi saat kuliah di Fakultas Kehutanan UGM.

Frono menyebut dirinya merupakan teman satu angkatan dengan Jokowi, sama-sama masuk kuliah tahun 1980 dan wisuda bareng di tahun 1985.

“Kami seangkatan dengan Pak Jokowi, masuk tahun 1980,” katanya.

Frono mengaku tampilan ijazahnya sama persis dengan yang dimiliki Jokowi yakni menggunakan font yang sama, ditandatangani oleh Rektor Prof. T Jacob dan Dekan Prof Soenardi Prawirohatmodjo.

“Yang berbeda hanya nomor kelulusan. Ijazah saya bisa dibandingkan dengan ijazahnya Pak Jokowi. Semua sama kecuali nomor kelulusan ijazah dari Universitas dan Fakultas,” katanya dikutip dari situs resmi Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (27/1/2026).

Sedangkan soal skripsi, Frono bercerita seluruh mahasiswa satu angkatannya menulis skripsi menggunakan mesin ketik.

Sementara sampul, lembar pengesahan dan penjilidan hampir semuanya dilakukan di percetakan.

“Pembuatan skripsi semua pakai mesin ketik, walaupun sudah ada komputer tapi jarang sekali yang bisa. Kalau sampul, lembar pengesahan, penjilidan skripsi semua di percetakan,” ungkap Frono.

Frono lantas mengenang selama kuliah, Jokowi adalah sosok yang pendiam.

Namun saat kumpul dengan temannya, mantan wali kota Solo itu memiliki selera humor yang tinggi karena sering melontarkan candaan yang mengundang tawa teman dekatnya.

“Pak Jokowi orangnya pendiam, tapi kalau ngobrol selalu kocak, apa yang jadi pembicaraan selalu mengundang tawa,” tuturnya.

Tidak hanya kuliah dan lulus bersamaan, Frono dan Jokowi juga melamar pekerjaan di perusahaan yang sama di Aceh, PT. Kertas Kraft Aceh (Persero).

Namun menurut Frono, Joko Widodo hanya bekerja selama dua tahun saja karena sang istri, Iriana Jokowi, tidak betah tinggal di tengah area hutan pinus yang berada di wilayah sekitaran Aceh Tengah.

“Kami bertiga, Pak Jokowi, saya dan almarhum Hari Mulyono (adik ipar Jokowi) bareng-bareng masuk kerja. Setelah Pak Jokowi menikah, Ibu Iriana kayaknya tidak betah karena basecamp berada di tengah hutan pinus di Aceh Tengah, Pak Jokowi resign dulu, tinggal saya dan almarhum Hari Mulyono yang masih bertahan,” kenangnya.

Sumber: Fajar

Kamu mungkin suka