Survei Median Ungkap Publik Makin Ragu Ijazah Jokowi Asli, Terpengaruh Roy Suryo Cs?

WARTADEMOKRASI.COM – Lembaga Media Survei Nasional (Median) kembali merilis hasil survei yang memotret tingkat kepercayaan publik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang disebut palsu.

Berdasarkan hasil survei yang dirilis pada Selasa (20/1/2026) di Jakarta ini, sebanyak 51,1 persen responden menyatakan percaya ijazah Jokowi asli

Merujuk dari hasil ini, Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, menyampaikan bahwa hasil survei di awal tahun 2026 ini menunjukkan mayoritas responden masih percaya bahwa ijazah Jokowi adalah asli.

Responden disodori pertanyaan “Bagaimana pendapat Anda mengenai keaslian dokumen ijazah Presiden Joko Widodo yang sempat menjadi diskusi publik?

“Sementara 21,0 persen responden menyatakan percaya ijazah Jokowi tidak asli atau palsu. Adapun 27,9 persen responden lainnya menyatakan tidak tahu atau merasa tidak memiliki cukup informasi,” jelas Rico Marbun.

Lebih jauh Rico menerangkan alasan terbesar bagi yang percaya ijazah Jokowi asli karena adanya verifikasi dari UGM soal keaslian ijazah Jokowi sebesar 9,7%

Sebaliknya alasan terbesar bagi yang percaya ijazah Jokowi tidak asli ialah tidak ada bukti keaslian ijazah sebesar 7,4%.

Meskipun presentasinya tinggi, namun tingkat kepercayaan publik ini sejatinya menurun jika dibandingkan survei Median tahun lalu.

Survei yang digelar pada 12-18 Juni 2025 lalu itu, tingkat kepercayaan publik terhadap keaslian ijazah Jokowi tercatat lebih tinggi, yakni 55,5 persen.

Menurut Rico, dari perbandingan dua periode ini terlihat bahwa kepercayaan publik terhadap keaslian ijazah Jokowi mengalami penurunan sekitar 4,4 persen.

“Sementara keraguan dan ketidakpercayaan meningkat cukup signifikan, dari 14,4 persen pada Juli 2025 menjadi 21,0 persen pada Januari 2026,” paparnya.

Survei Median ini digelar pada 9 hingga 13 Januari 2026 melalui penyebaran kuesioner di media sosial.

Responden berasal dari pengguna aktif media sosial berusia 17 hingga 60 tahun ke atas, dengan distribusi sampel dilakukan secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia.

Total responden yang terlibat dalam survei ini berjumlah 1.000 orang.

Sumber: Fajar

Kamu mungkin suka