WARTADEMOKRASI.COM – Suhu geopolitik di Semenanjung Korea kembali mendidih.
Kantor Kepresidenan Korea Selatan (Korsel) terpaksa menggelar rapat darurat pada Rabu (8/4/2026) guna merespons langkah provokatif Korea Utara (Korut) yang kembali meluncurkan rangkaian rudal balistik.
Langkah cepat Seoul ini diambil setelah Kepala Staf Gabungan Korsel mendeteksi adanya peluncuran beberapa rudal balistik ke arah Laut Jepang pada Rabu pagi.
Tak hanya itu, sehari sebelumnya, Selasa (7/4/2026), Pyongyang juga dilaporkan telah melepaskan satu proyektil tak dikenal.
Otoritas militer Korea Selatan mencatat bahwa rudal yang dilepaskan kali ini merupakan jenis rudal balistik jarak pendek.
Berdasarkan data teknis, rudal tersebut mampu menjangkau jarak terbang sekitar 240 kilometer sebelum jatuh ke perairan.
Pemerintah Korsel mengutuk keras aksi tersebut.
Seoul menilai rentetan peluncuran ini bukan sekadar uji coba biasa, melainkan bentuk provokasi nyata dan pelanggaran telak terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.
“Kami menyerukan Korea Utara untuk segera menghentikan tindakan yang mengancam stabilitas kawasan ini,” tulis pernyataan resmi otoritas keamanan Korea Selatan, Rabu.
Aksi terbaru rezim Kim Jong-un ini tercatat sebagai peluncuran keempat yang terkonfirmasi sepanjang tahun 2026.
Intensitas yang meningkat ini kian mempertegas ambisi militer Korut di tengah tekanan sanksi internasional yang masih membayangi.
Situasi ini juga memantik respons dari Tokyo. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, mengonfirmasi bahwa pihaknya terus memantau pergerakan proyektil tersebut.
Meski situasi sempat menegang, Kihara memastikan bahwa berdasarkan pemantauan radar, tidak ada rudal Korut yang melintasi wilayah kedaulatan Jepang atau masuk ke dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) mereka.
Hingga berita ini diturunkan, militer Korea Selatan bersama sekutunya, Amerika Serikat, masih melakukan analisis mendalam untuk mengidentifikasi spesifikasi pasti dari proyektil yang diluncurkan pada Selasa lalu.
Dunia kini kembali menanti, sejauh mana eskalasi ini akan berlanjut di meja diplomasi internasional.
Sumber: Inilah