Sebut Pandji Bukan Kritikus Tapi Pengamen, Hasan Nasbi: Itu Cara Dia Bertahan Hidup!

WARTADEMOKRASI.COM – Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, angkat bicara soal materi pertunjukan stand-up comedy Pandji Pragiwaksono bertajuk Mens Rea yang tayang di Netflix.

Hasan menilai materi tersebut murni sebagai hiburan dan tidak layak diposisikan sebagai kritik serius terhadap pemerintah.

Dalam sebuah podcast yang dipandu jurnalis Akhmad Sahal, Hasan menyebut pendekatan Pandji yang kerap menyoroti pemerintah lebih sebagai strategi komersial ketimbang sikap ideologis.

“Kalau buat saya, anggap saja itu hiburan. Lagi ngamen, lagi jualan hiburan, dan angle yang dipakai memang menyerang pemerintah,” ujar Hasan.

Founder lembaga survei Cyrus Network itu menilai, narasi kritik terhadap pemerintah merupakan formula paling efektif untuk menarik perhatian penonton dan mendongkrak penjualan tiket pertunjukan.

“Karena mungkin kalau pakai angle pro pemerintah, itu susah dikemas dan enggak menarik secara komersial,” tambahnya.

Hasan pun mengingatkan publik agar tidak keliru memaknai materi Pandji sebagai kritik sosial yang substansial.

Menurutnya, serangan-serangan naratif yang disampaikan di atas panggung lebih tepat dipandang sebagai bagian dari industri hiburan.

“Jangan dianggap ini kritik sosial. Jangan juga dianggap ini seorang kritikus. Bukan,” tegasnya.

Ia bahkan menilai pola komunikasi Pandji selama ini menunjukkan upaya bertahan hidup di tengah persaingan industri hiburan.

“Kalau saya lihat, pola komunikasinya ya semua itu demi bertahan hidup,” ucap Hasan.

Hasan juga menyinggung sikap Pandji saat terjadi kerusuhan pada akhir Agustus 2025 lalu.

Menurutnya, Pandji justru terlihat menyampaikan pesan damai di media sosial, berbeda dengan sikap kritisnya dalam berbagai kesempatan lain.

Hasan menilai sikap tersebut wajar, mengingat saat itu Pandji tengah bersiap menggelar pertunjukan besar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK).

“Waktu itu dia justru posting hal-hal damai. Padahal biasanya yang keras mengkritik pemerintah,” kata Hasan.

Menurutnya, Pandji sengaja menghindari narasi konflik demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan pertunjukannya tetap berjalan lancar.

“Dia membangun narasi bahwa situasi aman, orang tetap lari pagi, enggak ada apa-apa. Itu karena dia mau tampil. Kalau enggak, bisa saja penonton batal datang,” jelasnya.

Hasan meyakini, bila tidak memiliki agenda pertunjukan pada periode tersebut, Pandji kemungkinan besar akan ikut menyuarakan kritik keras terkait kerusuhan.

“Kalau enggak ada show, mungkin dia ikut memanas-manasi. Jadi ini mekanisme bertahan hidup,” pungkas Hasan.

Pernyataan Hasan Nasbi ini menambah dinamika perdebatan publik soal batas antara kritik, satire, dan kepentingan industri hiburan di ruang demokrasi Indonesia.

[VIDEO]

Sumber: Fajar

Kamu mungkin suka