Prabowo Lagi-Lagi Sindir Sebut ‘Negara Kaya, Rakyat Miskin? Tidak Masuk Akal’ Videonya Langsung Viral!

WARTADEMOKRASI.COM – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto di Karawang kembali menjadi sorotan besar publik pada 7 Januari 2026.

Ucapannya yang tegas, emosional, dan dianggap menyentil kondisi Indonesia secara langsung itu mendadak viral setelah potongan videonya beredar luas di media sosial.

Dalam pidatonya, Prabowo mempertanyakan ironi besar yang terus menghantui Indonesia sejak lama.

“Bagaimana negara yang begini makmur, bagaimana negara yang berjuang ratusan tahun untuk merdeka”

“tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia,” ucap Prabowo dalam pidato tersebut yang diliput oleh sejumlah media nasional.

Ungkapan itu menjadi pusat diskusi publik karena menggambarkan kenyataan yang kerap dirasakan masyarakat Indonesia kaya, namun tidak semua rakyat merasakan hasilnya.

Prabowo kemudian melanjutkan dengan pernyataan yang lebih keras, menegaskan bahwa kondisi itu tidak dapat diterima secara hati maupun logika.

“Terutama yang tidak masuk di akal saya bagaimana bisa negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur.”

“Tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Kita impor, impor, impor pangan. Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya,” tuturnya.

Pernyataan tersebut langsung meledak di berbagai platform digital.

Di TikTok, cuplikan pidatonya telah dibagikan ribuan kali dengan berbagai komentar mulai dari dukungan, harapan, hingga kritik keras.

Warganet ramai membahas frasa “tidak masuk di akal saya”, yang kini menjadi kutipan paling viral dari Prabowo dalam beberapa bulan terakhir.

Selain viral secara emosional, ucapan Prabowo ini juga menggugah kembali perdebatan lama tentang distribusi kekayaan di Indonesia.

Sejumlah lembaga internasional, seperti Lowy Institute, sebelumnya menegaskan bahwa ketimpangan ekonomi di Indonesia masih tinggi.

Sementara pertumbuhan ekonomi tidak selalu memberikan dampak langsung bagi masyarakat kelas bawah.

Fakta ini sejalan dengan apa yang disampaikan Prabowo: ada ketidakwajaran dalam pengelolaan kekayaan negeri.

Tak berhenti di sana, Prabowo juga menyoroti ketergantungan impor pangan yang terus berulang selama puluhan tahun.

Padahal, Indonesia dikenal memiliki tanah subur, iklim tropis, dan sumber air melimpah faktor yang mestinya menjadikan negeri ini unggul dalam produksi pangan.

Reaksi publik pun beragam. Sebagian menilai ucapan tersebut sebagai bentuk evaluasi diri pemerintah sekaligus tekanan kepada lembaga-lembaga terkait untuk bekerja lebih cepat.

Ada pula yang melihatnya sebagai kritik tajam terhadap pengelolaan kebijakan masa lalu yang belum mampu memastikan pemerataan kesejahteraan.

Hingga kini, video dan kutipan Prabowo masih beredar luas dan terus memicu diskusi besar tentang arah kebijakan pangan, pemerataan ekonomi.

Hingga masa depan pembangunan Indonesia. Satu hal yang jelas: pidato Prabowo di Karawang telah membuka kembali kotak besar persoalan bangsa yang belum tuntas.

[VIDEO]

Sumber: PojokSatu

Kamu mungkin suka