WARTADEMOKRASI.COM – Isu motor listrik dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendadak jadi sorotan publik.
Produk yang diklaim sebagai motor listrik lokal itu justru memicu tanda tanya besar setelah disebut-sebut memiliki kemiripan kuat dengan produk asal China.
Motor listrik merek Emmo yang digunakan dalam program tersebut diketahui memiliki desain yang hampir identik dengan model dari pabrikan China.
Mulai dari bentuk lampu depan, bodi, hingga detail bagian belakang terlihat serupa, hanya berbeda pada logo dan warna.
Dari beberapa media sosial menyebut kemiripan tersebut ditemukan pada model Emmo JVH Max yang sangat mirip dengan motor listrik produksi Taizhou Okla Automotive.
Tak hanya desain, perbedaan harga juga ikut jadi sorotan.
Produk serupa dari China dibanderol sekitar Rp37 jutaan, sementara versi yang beredar di Indonesia mencapai Rp48 juta.
Selain itu, status sebagai produk lokal juga dipertanyakan.
Pasalnya, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) motor ini disebut belum sepenuhnya berasal dari Indonesia, melainkan masih mengandalkan komponen impor.
Pngamat otomotif menilai kondisi ini bukan hal baru di industri kendaraan listrik nasional yang masih banyak mengandalkan sistem perakitan dari luar negeri.
Situasi ini pun memunculkan pertanyaan publik apakah motor tersebut benar-benar hasil karya dalam negeri, atau hanya sekadar produk luar yang diberi label lokal.
Sumber: PojokSatu