WARTADEMOKRASI.COM – Pernyataan Mahfud MD tentang praktik mafia hukum kembali memicu perhatian publik.
Dalam Podcast Terus Terang dari Youtube Mahfud MD Official, Mahfud membeberkan bagaimana eksekusi putusan pengadilan.
Yang sudah putusan yang tidak dapat diganggu gugat masih bisa dipermainkan oleh oknum bahkan disertai permintaan uang dalam jumlah fantastis.
Mahfud menceritakan salah satu kasus yang dilaporkan kepadanya.
Meski putusan pengadilan sudah berkekuatan hukum tetap, eksekusi justru mandek.
“Mau dieksekusi nggak bisa, suruh bayar 1 miliar,” kata Mahfud dikutip Pojoksatu.id dari podcast terus terang, menegaskan betapa parahnya permainan yang terjadi di lapangan.
Ia menyebut permintaan tersebut tidak masuk akal dan menunjukkan bahwa ada pihak yang sengaja mempersulit proses hukum.
Tidak berhenti di situ, Mahfud juga mengungkap keberadaan jaringan perantara yang bekerja sebagai penghubung antara pencari keadilan dan oknum aparat.
“Ada calo-calo yang main dipelihara orang dalam,” ujarnya.
Menurut Mahfud, pola seperti ini menyebabkan banyak warga tidak berani mengurus haknya sendiri, karena selalu dihadapkan pada praktik percaloan yang rumit dan mahal.
Ia turut menyinggung kasus lain yang menimpa rekannya sesama pejabat era Gus Dur, yang tanahnya tidak dapat dieksekusi meski sudah menang di tingkat Mahkamah Agung.
Ketika hendak menjalankan putusan, muncul lagi perkara baru yang kembali menghambat eksekusi.
Bagi Mahfud, fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan tidak hanya ada di tingkat kepolisian, tetapi juga merembet ke kejaksaan dan pengadilan.
Mahfud menegaskan bahwa kasus-kasus seperti ini bukan satu-dua.
“Itu baru satu kasus banyak sekali yang datang melapor,” tuturnya.
Ia mendorong agar pembenahan sistem hukum dilakukan secara menyeluruh karena masalah seperti ini menyangkut hak rakyat yang seharusnya dilindungi oleh negara.
Sumber: PojokSatu