Mahasiswa Makassar Tolak Kedatangan Jokowi: Kami Tidak Tunduk Pada Raja Jawa, Sulsel Tolak Dijadikan Kandang Gajah!

DEMOCRAZY.ID – Ada pemandangan berbeda di depan lokasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/1/2026) sore.

Puluhan mahasiswa yang menamakan diri Kesatuan Rakyat Menggugat (Keramat) berunjuk rasa di depan hotel bintang lima itu.

Mereka berorasi sambil membentangkan dua spanduk bertuliskan tuntutan yang disuarakan.

Salah satunya, mendesak agar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang juga hadir dalam rakernas partai yang diketuai putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

“Copot Menteri Kehutanan Karena Tidak Mampu Menjaga Hutan!!!” tulisnya.

Unjuk rasa di depan puluhan aparat kepolisian yang menjaga jalannya Rakernas PSI, sempat diwarnai aksi bakar ban.

Selain personel Sabhara dari Ditsamapta Polda Sulsel, ada juga berjaga-jaga personel Polsek Tamalate dan Polrestabes Makassar.

Tidak hanya itu, seunit kendaraan taktis Sabhara Water cannon juga disiagakan.

Kendaraan penyemprot air yang biasa digunakan membubarkan aksi massa itu, disiagakan dekat akses masuk hotel.

“Kondisi (pasca banjir) di Sumatera itu belum membaik kawan-kawan sekalian. Lantas hari ini kita diperlihatkan dengan kehadiran Menteri Kehutanan di Sulawesi Selatan,” ucap orator pendemo.

Jenderal Lapangan aksi Keramat, Fahrul atau kerap disapa Rul mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan tidak bermaksud menggangu rakernas PSI.

“Tapi adanya pejabat publik yang kemudian hadir di Sulsel. Keramat gelar aksi unjuk rasa untuk menyampaikan permasalahan yang ada di NKRI,” ujarnya

Pertama kata Rul, persoalan Menhut yang diduga tidak bisa menjaga hutan.

Ia mencontohkan permasalahan yang terjadi di Sumatera yang menurutnya tidak terlepas dari rusaknya hutan akibat pembalakan liar.

“Aliansi menilai Menhut tidak bisa menjaga hutan salah satu contohnya bencana yang terjadi di Sumatera,” ucapnya.

@idntimes TOLAK KEDATANGAN JOKOWI, SEJUMLAH MAHASISWA MAKASSAR DEMO DI RAKERNAS PSI Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diwarnai aksi unjuk rasa sekitar 15 orang mahasiswa, Kamis (29/1/2026). Mereka menolak rencana kehadiran Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi yang dijadwalkan hadir di Makassar, Jumat besok (30/1/2026). Pantauan IDN Times, massa aksi yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Kesatuan Rakyat Menggugat (Keramat) berunjuk rasa tepat di depan Hotel Claro Makassar yang merupakan lokasi Rakernas PSI. Dalam aksinya, mereka membakar ban bekas di tengah jalan dan membentangkan dua buah spanduk bertuliskan “Usut Tuntas Penyerobotan Kawasan Hutan Lindung di Sulsel, Usut Tuntas Keterlibatan Jokowi pada Dugaan Kasus Impor Minyak, Desak KPK RI Periksa Jokowi yang Diduga Terlibat Kasus Korupsi Kuota Haji. Reporter: Darsil Yahya Mustari Editor: Fauzan #IDNTimesNews #Jokowi #Makassar #PSI #IDNTimes_Nai ♬ suara asli – IDN Times

Ada pemandangan berbeda di depan lokasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/1/2026) sore.

Puluhan mahasiswa yang menamakan diri Kesatuan Rakyat Menggugat (Keramat) berunjuk rasa di depan hotel bintang lima itu.

Mereka berorasi sambil membentangkan dua spanduk bertuliskan tuntutan yang disuarakan.

Salah satunya, mendesak agar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang juga hadir dalam rakernas partai yang diketuai putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep.

“Copot Menteri Kehutanan Karena Tidak Mampu Menjaga Hutan!!!” tulisnya.

Unjuk rasa di depan puluhan aparat kepolisian yang menjaga jalannya Rakernas PSI, sempat diwarnai aksi bakar ban.

Selain personel Sabhara dari Ditsamapta Polda Sulsel, ada juga berjaga-jaga personel Polsek Tamalate dan Polrestabes Makassar.

Tidak hanya itu, seunit kendaraan taktis Sabhara Water cannon juga disiagakan.

Kendaraan penyemprot air yang biasa digunakan membubarkan aksi massa itu, disiagakan dekat akses masuk hotel.

“Kondisi (pasca banjir) di Sumatera itu belum membaik kawan-kawan sekalian. Lantas hari ini kita diperlihatkan dengan kehadiran Menteri Kehutanan di Sulawesi Selatan,” ucap orator pendemo.

Jenderal Lapangan aksi Keramat, Fahrul atau kerap disapa Rul mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan tidak bermaksud menggangu rakernas PSI.

“Tapi adanya pejabat publik yang kemudian hadir di Sulsel. Keramat gelar aksi unjuk rasa untuk menyampaikan permasalahan yang ada di NKRI,” ujarnya

Pertama kata Rul, persoalan Menhut yang diduga tidak bisa menjaga hutan.

Ia mencontohkan permasalahan yang terjadi di Sumatera yang menurutnya tidak terlepas dari rusaknya hutan akibat pembalakan liar.

“Aliansi menilai Menhut tidak bisa menjaga hutan salah satu contohnya bencana yang terjadi di Sumatera,” ucapnya.

Sumber: Tribun

Kamu mungkin suka