WARTADEMOKRASI.COM – Empat belas tahun lalu, di hadapan jamaah Masjid Agung Klaten, Emha Ainun Nadjib melontarkan satu kalimat yang kala itu terdengar seperti spekulasi jauh.
Kini, setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel mengguncang Iran dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada Sabtu, 28 Februari 2026, potongan ceramah tersebut kembali mencuat dan viral di media sosial.
Video lawas itu diunggah melalui kanal YouTube CakNun.com dan menyebar luas di berbagai platform.
Dalam rekaman acara Tabligh Nusantara Islam Menolak Segala Bentuk Kekerasan pada 22 Februari 2012, budayawan yang akrab disapa Cak Nun itu menyampaikan prediksi yang kini dianggap sebagian warganet sebagai “ramalan yang terbukti”.
“Suatu hari nanti, Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika,” ujar Cak Nun dalam tayangan tersebut.
Pernyataan itu ia sampaikan jauh sebelum konflik terbaru benar-benar pecah.
Dalam forum yang sama, ia juga menyinggung posisi negara-negara di kawasan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.
“Nanti Arab Saudi bisa dipastikan akan membela Israel. Pertanyaannya untuk Indonesia, Indonesia bela mana? Bela Iran apa bela Israel?” katanya.
Cak Nun bahkan menggambarkan potensi kebingungan publik Indonesia dalam menyikapi konflik geopolitik yang kompleks.
“Ah kan kene kene mesti kerengan dewe. Engge Pak, separuh melok Iran, separuh melok Israel uta ora melo sopo-sopo. Wong yo ora mudeng gitu,” ucapnya dalam bahasa Jawa yang disambut tawa jamaah saat itu.
Prediksi cak Nun 14 tahun yg lalu benar benar terjadi.
Pertanyaannya:
Indonesia bela siapa? pic.twitter.com/JAuCSQGIXrBaca Juga:— Edy Bayo Regar (@regar_op0sisi) March 1, 2026
Serangan terbaru yang menewaskan Ali Khamenei serta anggota keluarga intinya langsung memicu ketegangan global.
Dunia kini menyoroti kemungkinan eskalasi konflik lebih luas di Timur Tengah.
Di dalam negeri, diskusi publik berkembang cepat, terutama setelah cuplikan ceramah Cak Nun kembali beredar.
Ayah dari Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto itu sejak lama dikenal kerap mengulas isu geopolitik dan kemanusiaan dalam forum-forum Maiyah.
Dalam ceramah 2012 tersebut, ia tidak hanya memprediksi serangan, tetapi juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan bangsa.
“Mudah-mudahan Klaten harus bisa antisipasi terhadap provokasi dari luar maupun dari kebodohan dari dalam,” kata Cak Nun.
Kini, pertanyaan yang ia lontarkan 14 tahun lalu kembali menggema: Indonesia akan berdiri di mana? Di tengah peta politik global yang kian terpolarisasi, pemerintah Indonesia menghadapi tekanan diplomatik sekaligus tuntutan publik untuk menentukan sikap tegas terhadap konflik Iran–Israel–Amerika Serikat.
Perkembangan situasi internasional dan respons resmi pemerintah Indonesia menjadi sorotan berikutnya.
Sementara itu, potongan ceramah lama Cak Nun terus berputar di lini masa, memperkuat narasi bahwa konflik yang hari ini meledak ternyata pernah diingatkan jauh hari sebelumnya.
Sumber: Herald