WARTADEMOKRASI.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, mengatakan, keluarga dari bocah SD yang gantung diri di Kabupaten Ngada tak masuk dalam keluarga yang menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
“Ini saya tahu ternyata data kependudukannya tidak ditopang. Dia pindah dari Nagekeo ke Jerebuu ternyata adminduk dia belum diamankan,” katanya, di Kupang, Rabu.
Hal ini disampaikan ketika ditanya terkait orang tua korban yang tidak terdaftar dalam daftar warga penerima bantuan sosial dari pemerintah.
Ia meminta agar pemerintah setempat segera membereskan hal tersebut, karena hal ini hanya menyangkut selembar
“Inikan cuman soal kertas selembar. Segera bereskan, yang begini-begini kan seharusnya tidak terjadi,” tambah dia.
Ia mengatakan, tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, yang menjadi penyebab orang tua korban tidak menerima bantuan.
Ia berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Saat ini tidak hanya di Kabupaten Ngada, dia memerintahkan agar semua Kepala Daerah benar-benar mendata keluarga miskin yang layak menerima bantuan sosial.
Ia mengatakan, pemerintah daerah juga sudah berdiskusi, akan membangun rumah layak huni bagi orang tua korban dan memberikan bantuan materil lainnya.
Sumber: RakyatDaily