Gegabah! Pernyataan Dubes AS Mike Huckabee Soal ‘Tanah Alkitab’ Israel Bikin Timur Tengah Membara

WARTADEMOKRASI.COM – Hubungan diplomatik di Timur Tengah kembali berada di titik didih.

Pemicunya bukan serangan militer, melainkan rentetan kalimat ceroboh dari Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee.

Dalam sebuah wawancara di podcast milik komentator sayap kanan Tucker Carlson yang dirilis Jumat lalu (20/2/2025), Huckabee melontarkan pernyataan yang menyiratkan dukungan atas klaim alkitabiah Israel terhadap wilayah luas di Timur Tengah—mulai dari Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Efrat di Suriah dan Irak.

Sontak, ‘khotbah’ politik Huckabee ini memicu gelombang kecaman dari negara-negara Arab yang selama ini menjadi mitra kunci Washington.

Klaim ‘Hiperbolis’ yang Berujung Petaka

Polemik bermula saat Tucker Carlson menyinggung tafsir ayat Alkitab yang sering digunakan kelompok sayap kanan untuk mengeklaim hak wilayah Israel atas tanah Arab.

Menanggapi hal itu, Huckabee dengan enteng berujar, “Tidak masalah jika mereka (Israel) ingin mengambilnya.”

Meski belakangan ia mencoba meralat dengan menyebut ucapannya sebagai pernyataan ‘agak hiperbolis’ dan mengeklaim Israel tidak benar-benar ingin mengambil semuanya, nasi sudah menjadi bubur.

Kata-kata tersebut telah terlanjur melukai kedaulatan negara-negara tetangga.

Negara Arab Bersatu Mengecam

Reaksi keras datang silih berganti. Arab Saudi tanpa tedeng aling-aling menyebut pernyataan Huckabee sebagai tindakan yang ‘ceroboh’ dan ‘tidak bertanggung jawab’.

Sementara itu, Yordania menilai ucapan tersebut sebagai serangan nyata terhadap kedaulatan negara-negara di kawasan.

Mesir, melalui Kementerian Luar Negerinya, mempertegas garis merah: Israel tidak memiliki kedaulatan sejengkal pun atas wilayah Palestina yang diduduki atau tanah Arab lainnya.

Senada dengan itu, Kuwait dan Oman memperingatkan bahwa retorika semacam ini hanya akan menghancurkan prospek perdamaian yang sudah rapuh.

Kontroversi di Balik Layar

Di sisi lain, Otoritas Palestina mencium adanya ketidaksinkronan di internal Gedung Putih.

Mereka menyebut ocehan Huckabee bertentangan dengan komitmen Presiden Donald Trump yang sebelumnya menolak aneksasi Israel atas Tepi Barat.

Menariknya, sosok di balik mikrofon, Tucker Carlson, juga tengah menjadi sorotan tajam.

Carlson dituding menyuburkan sentimen antisemitisme setelah sebelumnya mewawancarai tokoh nasionalis kulit putih, Nick Fuentes, yang dikenal sebagai pemuja Hitler dan penyangkal Holocaust.

Kini, bola panas ada di tangan Washington.

Akankah pernyataan ‘hiperbolis’ sang Dubes dibiarkan menjadi api dalam sekam, ataukah ada langkah konkret untuk meredam kemarahan kolektif dunia Arab? Satu yang pasti, di panggung diplomasi Timur Tengah, satu kata salah bisa berakibat fatal.

Sumber: Inilah

Kamu mungkin suka