WARTADEMOKRASI.COM – Perusahaan teknologi blockchain, BitMine Immersion Technologies, kembali menambah kepemilikan Ethereum (ETH) yang dikunci ke dalam sistem staking.
Dalam beberapa hari terakhir, BitMine memasukkan lebih dari 82.560 ETH ke kontrak staking Ethereum secara cepat dan bertahap, sebuah langkah yang jarang terjadi di luar treasury protokol besar.
Dikutip dari coinmarketcap, Minggu (4/1/2026), alih-alih menyetor secara perlahan, BitMine langsung mengunci ETH dalam jumlah besar.
Langkah ini menegaskan semakin agresifnya modal institusi memburu imbal hasil (yield) dari ekosistem Ethereum, meski tingkat keuntungannya relatif rendah.
Data pemantauan blockchain menunjukkan setoran besar tersebut mengalir langsung ke BatchDeposit contract Ethereum.
Menurut data Arkham, transaksi ini bukan transfer terpisah, melainkan bagian dari operasi staking yang terkoordinasi.
Dengan tambahan ini, total ETH yang di-stake oleh BitMine kini menembus sekitar 544.000 ETH.
Analis on-chain dari Lookonchain memperkirakan nilai kepemilikan tersebut mencapai USD 1,6 miliar dengan harga saat ini, menjadikan BitMine salah satu entitas tunggal paling dominan dalam sistem proof-of-stake Ethereum.
Ekspansi ini bukan terjadi secara tiba-tiba. BitMine mulai melakukan staking ETH sejak akhir Desember dan terus meningkatkannya sesuai rencana internal yang telah disusun beberapa bulan sebelumnya.
Dampak langsung dari aksi BitMine terlihat pada antrean aktivasi validator Ethereum. Saat ini, hampir 1 juta ETH tercatat menunggu untuk masuk ke staking.
Berdasarkan data Ethereum Validator Queue, validator baru harus menunggu lebih dari dua minggu sebelum aktif.
Menariknya, lonjakan permintaan masuk tidak diimbangi dengan keluarnya dana. Hanya sekitar 113.000 ETH yang antre untuk ditarik.
Artinya, minat masuk staking jauh lebih besar dibandingkan keinginan keluar.
Secara keseluruhan, lebih dari 35,5 juta ETH—sekitar 29% dari total suplai Ethereum—kini terkunci dalam staking.
Meski imbal hasil tahunan hanya berkisar 2,5%, institusi tampaknya melihat staking Ethereum sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi dan neraca keuangan mereka.