WARTADEMOKRASI.COM – Spekulasi liar mengenai kematian mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, akhirnya runtuh berkeping-keping.
Tokoh ikonik yang dikenal dengan kesederhanaannya itu muncul mengejutkan publik dalam kondisi sehat walafiat, Rabu (4/3/2026).
Kemunculannya sekaligus menampar narasi media Barat yang sebelumnya santer menyebut sang ‘Singa Teheran’ telah gugur dihantam rudal Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Ahmadinejad tertangkap kamera menghadiri prosesi pemakaman para syuhada Iran yang menjadi korban agresi akhir pekan lalu.
Dalam rekaman video yang viral di platform X, pria yang menjabat Presiden Iran periode 2005–2013 itu tampak bugar, berjalan tegap, dan tanpa luka sedikit pun saat menghampiri liang lahat para martir.

Kehadiran Ahmadinejad di tengah kerumunan massa bak oase di tengah gurun duka.
Warga Iran yang sedang berkabung tak kuasa menahan emosi saat melihat mantan pemimpin mereka masih bernapas.
Mereka berebut menyalami dan menciumi Ahmadinejad sebagai bentuk syukur atas keselamatannya.
“Iran telah merilis rekaman mantan presiden Ahmadinejad yang masih hidup dan sehat saat mengunjungi pemakaman para martir,” tulis akun pemantau konflik, Iran Observer.
Laporan dari Iran International menyebutkan bahwa Ahmadinejad memang menjadi target operasi pembunuhan mematikan.
Namun, langkah taktis evakuasi ke lokasi aman berhasil menyelamatkan nyawanya sesaat sebelum serangan udara menghujam.

Sebelumnya, dunia sempat dihebohkan oleh berita dari Iran Labour News Agency pada Minggu (1/3/2026) yang menyatakan Ahmadinejad tewas.
Gempuran udara tersebut memang terfokus pada distrik Narmak, wilayah timur laut Teheran, yang merupakan kediaman pribadi sang mantan presiden.
Serangan brutal tersebut dilaporkan meluluhlantakkan bangunan di sekitar kediamannya, termasuk sebuah sekolah lokal yang memicu jatuhnya korban sipil dan anak-anak.
Pihak otoritas Iran bahkan sempat melakukan identifikasi jenazah di lokasi reruntuhan untuk memastikan siapa saja yang menjadi korban.
Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Kerusakan parah di Narmak memang nyata, tetapi target utama mereka lolos dari maut.
Dengan munculnya Ahmadinejad secara fisik di hadapan publik hari ini, seluruh laporan mengenai kematian tokoh krusial perlawanan terhadap dominasi Barat itu resmi dipastikan sebagai kabar bohong (hoax).
Kemunculan Ahmadinejad ini bukan sekadar bukti keselamatan fisik, melainkan pesan politik yang kuat kepada Washington dan Tel Aviv: bahwa upaya melenyapkan simbol perlawanan Iran tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Sumber: Inilah