WARTADEMOKRASI.COM – Di industri penerbangan yang dinamis, ketepatan waktu merupakan indikator utama kepuasan penumpang. Cirium, otoritas penyedia data penerbangan global, baru saja merilis laporan On-Time Performance Review 2025.
Hasilnya, Aeromexico kembali mengukuhkan posisinya di puncak dunia sebagai maskapai global paling tepat waktu untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
Melansir Aviation Source News, Senin, 5 Januari 2026, maskapai asal Meksiko, Aeromexico itu mencatat tingkat ketepatan waktu sebesar 90,02 persen dari total 188.000 penerbangan yang dioperasikan di 23 negara.
Angka ini menunjukkan bahwa hampir seluruh penerbangan mereka tiba maksimal 15 menit dari jadwal yang ditentukan.
Di posisi kedua, maskapai Saudia menyusul dengan perolehan 86,53 persen, diikuti SAS di urutan ketiga dengan 86,09 persen.
Dominasi Aeromexico terlihat dari selisih poin yang cukup signifikan, yakni hampir 4 persen dibandingkan posisi ketiga.
Keberhasilan ini menjadikan Aeromexico sebagai satu-satunya maskapai, selain satu operator lain, yang mampu memenangkan kategori global ini dua tahun berturut-turut sejak program ini diluncurkan pada 2009.
Laporan ini dianggap jadi acuan penting bagi pelaku perjalanan dalam memilih layanan transportasi udara yang paling bisa diandalkan. Selain peringkat global, laporan Cirium juga menyoroti maskapai yang menjadi pemimpin di wilayah masing-masing.
Di Amerika Utara, Delta Air Lines menunjukkan konsistensi luar biasa dengan memenangkan kategori tersebut selama lima tahun berturut-turut. Maskapai tersebut mencatat tingkat ketepatan waktu 80,90 persen.
Sementara itu, di Eropa, Iberia Express berhasil mempertahankan gelarnya untuk tahun ketiga dengan skor 88,94 persen.
Kejutan terjadi di kawasan Asia-Pasifik, di mana Philippine Airlines untuk pertama kalinya menduduki posisi teratas dengan raihan 83,12 persen.
Pencapaian paling fenomenal di tingkat regional dicatatkan Copa Airlines di Amerika Latin yang meraih kemenangan ke-11 sepanjang sejarah program ini dengan angka 90,75 persen. Di wilayah Timur Tengah dan Afrika, Safair memimpin dengan skor sangat tinggi, yakni 91,06 persen.
Menariknya, beberapa pemenang regional, seperti Safair dan Copa Airlines, memiliki persentase yang lebih tinggi daripada juara global.
Namun, Cirium menjelaskan bahwa kategori maskapai global memiliki kriteria yang lebih ketat, terutama dalam hal cakupan jaringan rute yang luas dan frekuensi penerbangan lintas benua.
Tahun ini, Cirium memberi apresiasi khusus melalui Airline Platinum Award pada Qatar Airways. Penghargaan bergengsi ini tidak hanya menilai ketepatan waktu, tapi juga kekuatan operasional secara keseluruhan dalam mengelola hub yang kompleks.
Dengan lebih dari 198.000 penerbangan di enam benua, Qatar Airways mencatatkan skor 84,42 persen dan dinilai sangat sukses meminimalkan gangguan bagi penumpang di tengah skala operasi yang masif.
Kompleksitas rute dan volume penumpang jadi faktor penentu bagi juri untuk memberi predikat platinum ini pada maskapai yang berbasis di Doha tersebut.
Inovasi lain dalam laporan tahun ini adalah kategori “Maskapai Paling Meningkat” yang dimenangkan Virgin Atlantic.
Maskapai asal Inggris ini melakukan lompatan besar dengan meningkatkan ketepatan waktunya dari 74,01 persen pada 2024 menjadi 83,45 persen tahun 2025.
Kenaikan sebesar 9,44 poin persentase ini merupakan peningkatan tertinggi di antara operator utama dunia.
Ketepatan waktu sebuah maskapai tentu tidak lepas dari peran infrastruktur bandara. Pada kategori Bandara Besar, Bandara Internasional Arturo Merino Benítez di Santiago, Chili, keluar sebagai yang terbaik dengan 87,04 persen keberangkatan tepat waktu.
Untuk kategori Bandara Menengah, Bandara Internasional Tocumen di Panama memimpin dengan angka luar biasa 93,34 persen.
Sementara itu, kategori Bandara Kecil kembali dimenangkan Bandara Internasional José Joaquín de Olmedo di Guayaquil, Ekuador, yang mencatatkan tingkat keberangkatan tepat waktu sebesar 91,47 persen.
Bandara Istanbul juga meraih sorotan khusus dengan mendapat Airport Platinum Award. Penghargaan ini diberikan atas kemampuan bandara tersebut dalam menangani pertumbuhan volume penumpang dan kompleksitas operasional di tengah gangguan yang mungkin terjadi.